Seorang anak kecil yang senang berjalan-jalan berkelana dan sering bertanya segala sesuatu kepada ayah dan ibunya. Terkadang dia juga sering melakukannya untuk melihat seberapa besar perhatian ayah dan ibunya kepada dirinya.
Dia adalah seorang anak yang suka mengikuti ayahnya dikala sedang menggembala bebek kecilnya yang banyak ke sawah-sawah yang telah dipanen padinya. Bergumul dengan lumpur dan tegalan sawah yang ditanami singkong oleh sang pemilik sawah. Sedangkan dia hanya adalah anak kecil berumur 2 tahun yang masih memiliki teman lain yaitu seorang adik kecil yang baru lahir bulan lalu. Lucu dan menggemaskan apalagi sama-sama cowok.
Anak kecil ini setiap hari diajarkan bagaimana cara sholat dan juga belajar pelajaran yang baru didapatkan di TK samping rumahnya (yang selalu dilalui dengan memanjat pagar pemisah rumah dan halaman TK..hahaha). Dia adalah anak penurut yang sangat ingin tahu segala hal hingga ayah dan ibunya kewalahan menjawab pertanyaan yang terkadang tak pantas ditanyakan sekalipun oleh anak sekecil itu yang sekiranya memang belum tahu banyak tentang dunia kecil ini. Untungnya ayah dan ibunya adalah guru yang sabar mendengarkan dan menjawab pertanyaan anaknya itu.
Setiap hari selepas sekolah dia selalu pergi ke sawah di samping rumahnya untuk sekedar bermain dengan teman-temannya (hingga tak jarang dia sering kena "tengu", hewan sangat kecil yang sering nyantol di ketek atau kantong menyan-nya..hehe). Hingga terkadang dia bisa lupa waktu dan makan jika sudah berkelana di dunia kecilnya sendiri.
Dia sering nyolong tebu yang ada di sawah2 itu bersama dengan temannya. Hingga sering dikejar-kejar oleh mandor kebun tebu yang sering "blusukan" hingga ke dalam kebun untuk mengusir para pencuri cilik itu.Meski harus main kucing-kucingan dengan sang mandor ternyata anak-anak itu tak pernah kapok untuk menyatroni kebun tebu itu. Apalagi disaat tebu-tebu itu baru berbunga, penjarahan bisa berlangsung hampir tiap hari. Bukan menjarah tebu tapi memburu kembang tebu yang bisa digunakan untuk berbagai alat permainan di kala itu. Gledekan, tembak-tembakan, sruwing hingga sekedar buat ditancapkan di depan rumah untuk hiasan selalu menjadi alasan kuat bagi mereka untuk terusmenjarah kembang-kembang tebu yang berasal dari desa lainnya sekalipun. Hingga bisa dipastikan mereka selalu naik sepeda kesana kemari sambil mencari rumput untuk kambing2nya sekalian menjarah kembang tebu dari kebun lainnya yang masih belum terjamah.
Seakan di mata mereka yang memiliki jumlah kembang tebu terbanyak adalah anak yang paling berstatus gaul (istilah gue sih..hihi)...hingga mereka memiliki alasan untuk terus mencari kembang tebu yang lainnya.
Monday, December 20, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment