Monday, December 20, 2004

Elegi Sungai

Opi saat ini terdiam di dalam kamar kecilnya karena hari ini sejak siang tadi hujan terus membasahi lapangan tempat biasa dia bermain sepakbola setiap sore. HIngga akhirnya di merengek ibunya untuk dibuatkan bubur kacang hijau yang sudah dimintanya sejak 2 hari lalu tapi tidak pernah dibuatkan oleh ibunya. Hingga akhirnya Opi mau memaklumi jika keluarganya sedang kekurangan sehingga tidak bisa menuruti keinginan putra pertamanya itu.

Sekali lagi Opi harus termenung di dalam kamarnya sendiri bersama adik cowoknya yang sering dia kerjai hingga sering bertengkar. Hingga akhirnya sore tiba dan hujan pun sudah mulai reda, akhirnya karena terlalu lama menyendiri akhirnya Opi memutuskan untuk keluar rumahnya. Anak kecil itu sangat senang menjejakkan kakinya di tanah lapang depan rumahnya yang masih basah oleh air hujan barusan. Tersenyum melihat daun-daun hijau dibasahi oleh air sisa hujan. Hingga sekali lagi melompati pagar lapangan untuk bisa secepatnya sampai di jalan desa di depan rumahnya. Sebuah sungai ada disana, mungkin lebih tepat disebut sebagai parit karena kecil yang saat itu sedang meluap karena air tumpahan hujan dari atas gunung.

Disana sudah ada beberapa teman-teman kecilnya yang sudah melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya untuk segera berenang di air keruh sungai itu. Opi ragu karena selama ini dia memang belum pernah berenang meskipun di sungai yang sangat dangkal itu sekalipun. Apalagi dia ingat betapa ketatnya sang ibu mengingatkan selalu untuk tidak hujan-hujan apalagi mandi di sungai, bisa disemprot ibu nih!, pikirnya. Tapi dia berpikir lain, hujan apalagi yang bisa membuat sungai depan rumah bisa sebanjir ini kapan lagi? tapi Opi masih anak baik yang masih ingat pesan orang tuanya. Opi akhirnya pulang dan minta ijin kepada sang ibu dan ajaibnya sang ibu mengijinkan Opi kali ini untuk mandi di sungai. Dengan wajah girang akhirnya Opi melepas bajunya hingga bertelanjang dada dan segera berlari ke sungai.

Dengan hati gembira, Opi kecil segera berenang bersama kawan-kawannya dan bermain sesuka hati di sore hari itu.

No comments: