aku datang dengan membawa segala penat dan kelelahan yang amat sangat untuk kembali melangkah lebih jauh di jalan sepi tak bertuan. jadilah tempatku menangis, tempat kutumpahkan rasa hati yang sudah terluka. menjadi tak penting arti ada ataukah tidaknya seorang pendamping hidup untuk bersamaku tempuh terjal dan tajamnya kerikil yang menghalangi jalannya hidupku. aku mempercayai adanya akhir perjalanan meski terkadang sakit dan tak terbayangkan sebelumnya. ingin beristirahat tertunduk mengais tanah basah untuk kubawa menimbun sedih yang selalu mengikuti aku. jalan ini jalan yang berkata bahwa aku ada disini untuk kau ambil semua pelajaran sebanyak yang kau inginkan. tempat menggali ilmu yang tiada tara akan habisnya. inilah pelajaran hidup yang sesungguhnya.
dan jangan berandai-andai
Tuesday, December 21, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment