Sunday, February 26, 2006

With Innar

innar wrote:
> assalamualaikum wr wb....
>
> akh bilang, kita bisa share kan ? kebeneran
> barusan keingetan sesuatu... ada fenomena
> menarik di sekitar lingkungan ina...
> penilaian seseorang disebut "kanan" alias dia
> ikhwan ato akhwat itu karena apanya seh? jilbaber
> kah? para jenggoters ato naon ?

BISMILLAH..AFWAN BILA SALAH
KALO MENURUTKU ADA TIGA GOLONGAN DI DALAM DAKWAH.

Golongan pertama adalah golongan kanan, Yaitu teritorialnya berada di sekitar LDK atau DKM. jadi jelas mereka total terhadap Islam. Baik dalam dakwah, pergaulan dan lainnya. Biasa mereka berjenggot dan berjilbab panjang (itulah piciknya pemikiran orang, menilai orang dari pakaiannya saja bukan dari pemikirannya). Mereka ini tidak mau mencampur adukkan dakwah dengan pergaulan. Dakwah bagi mereka adalah ketetapan dan ada caranya (syariat).


Golongan kedua adalah tengah, Yaitu golongan yang berada di tengah-tengahnya. Komunitas ini mengerti dakwah dan Islam. Akan tetapi tidak memiliki kemauan untuk lebih mendalaminya. Mereka pergi sholat berjama'ah ke masjid, mengaji juga. Akan tetapi mereka enggan berkumpul dengan orang2 golongan pertama.
Kenapa?? karena mereka menganggap golongan pertama adalah golongan anti salah, selalu benar dan sedikit eksklusif. Sedangkan mereka menilai diri mereka adalah orang biasa istilahnya kawulo alit yg masih banyak salah dan maksiatnya.
Dan komunitas golongan ini sebenarnya memiliki ketertarikan untuk belajar lebih jauh tentang Islam. hanya saja mereka mengatakan sibuk untuk itu.

Golongan ketiga adalah golongan kiri, mereka ini memiliki pemikiran yang berlawanan dengan golongan kanan. Bukan mengenai akidah akan tetapi golongan ini anti kemapanan. Mereka bisa dekat dengan golongan kedua akan tetapi tidak dengan golongan pertama. Contohnya diajak sholat jama'ah nggak mau bahkan suka telat. Golongan ini hanya bisa didekati dengan menunjukkan bahwa kita memiliki pemikiran yang sama dengan mereka. Mereka sebanarnya sangat mudah didekati asalkan anda juga bisa sedikit "nakal".

kenapa aku bisa tahu itu, karena aku sudah mengenali semua golongan itu dengan baik. aku sama2 sudah pernah terjun di semuanya itu. Kenapa aku ingin? karena hidup tidak nikmat jika dilihat hanya dari satu sisi lain. Sebagai manusia yang berfikir rasional tentunya kita juga dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Lalu apakah kita bisa berdakwah jika kita tidak punya tetangga selain teman2 dakwah kita di pengajian?

Intinya dengan mengetahui karakteristik orang lain maka kita akan lebih tahu cara untuk mendakwahi dia. That's my opinion..




> gini ya.............
> ada seorang "kanan" ina ga mo nyebut ikhwan,
> karena ina sendiri aja ga tau kriterianya ky
> apa...pokoknya mah dia anggota DKM suatu
> masjid...suatu hari, terliahat jelas dia bercanda
> dengan seorang wanita yg INsyaAllah bukan
> istrinya...tanpa batas apalgi hijab. BAgai kepingan
> puzzle, si laki2 tadi belum menemukan
> keseluruhan dari pemahamnya sebagai seorang
> muslim, dia hanya menata beberapa bagian
> puzzle, belum sempurna shg gambar apa itu belum
> terlihat denagn jelas.... yg dia tata hanya bagian yg
> dia anggap penting, padahl semua kepingan puzzle
> tadi harus diatur sedemikian rupa biar dapet
> tujuannya yaitu gambar akhir tadi. sama aja
> dengan islam, islam tidak hanya cm doktrin ibadah
> ritual, ky sholat dan sejenisanya.... eh tyt ada
> aturan gmn pergaulan, perdagangan, pendidikan,
> perkawinan, pemerintahan....integral dan
> meyeluruh aspek kehidupan..... gmn menrt
> pendapat akhi ttg sosok laki2 td ? pemahamn
> islam bisa dong kita sebut dia golongan kanan,
> eksistensinya di dunia dakwah dah ditunjikin lewat
> keangotaannya di DKM masjid.... lantas apa yg
> salah dalam dirinya ? klo menrt akh, utk
> mengahdapi sosok spt itu, kita hrs berdakwah
> dengan cara spt apa? ada perintah jaga hijab dan
> menahan pandangan, Allah sendiri yg telah
> mengtakan... tp knp seruan itu tidak beliau
> kerjakan ? mlah pacaran seakan dilegalkan....
> trus gmn kita menyentuh hatinya dgn cara kita?
> akankah kita blg "antum salah !!" "ga ngerti ya klo
> pacaran itu haram ?!!"
> ingat dakwah selemah2 iman adlah bila kita hanya
> menyalahkan dalam hati, tidak dengan tgn aplg
> perbuatan......

MUngkin beliau belum tahu (tapi rasanya nggak mungkin) kalo berbicara dengan yg bukan muhrimnya tidak boleh seperti itu.
Tapi dilihat lagi apakah wanita tersebut juga seorang akhwat atau bukan (akhwat berjilbab panjang)?

Karena orang akan bersikap sesuai dengan lawannya. Jika yang dihadapinya adalah seorang akhwat maka tentunya dia akan mengerti untuk selalu menjaga jarak dan pandangan.

Nah mungkin beda kasusnya jika kita ngobrol dengan orang lain yang tidak mengerti batasan hijab. Apakah kita akan selalu memalingkan pandangan kita (budaya di Indonesia tidak seperti itu)? Kalau kita langsung membuat jarak dengan lawan seperti itu maka dia bisa merasa tersinggung bahkan kecewa dengan sikap kita.

Akibatnya apa? ada sikap antipati bahkan tidak suka.
Buntutnya? dia akan menceritakan perilaku kita tersebut kepada orang lain sesuai dengan persepsi dia. Dan itu sangat buruk untuk membuat jarak dalam bersosial.

Bagi kamu sendiri, kamu lebih senang dengan orang yg friendly ataukah dengan orang yang kaku (nggak ada variasi dalam hidupnya..gitu..gitu terus)? jawab dalam hati aja

semoga memang sang aktifis tersebut mengerti batasannya dan bisa menjaga sikap dan terutama hatinya. amin


>
> jelas dong, ada kontrol sosial... lho dia itu kan
> DKM masjid, ktnya seorang ikhwan bla bla.... tp
> kok pacaran ? berarti kita2 ini boleh dong
> pacaran...mungkin itu yg dikatakan gol. "kiri"
>
> telah jelas dalam salah satu hadistnya, RAsulullah
> bilang "lebih baik aku ditusuk dengan besi paans
> dari ubun2 daripada harus menyentuh waniat yg
> bukan muhrimku!"
> ato ada satu lagi... "pandangan yang kedua kalinya
> kepada yg bukan muhrim laksana panah setan"
> nah buat jaga hati, kita harus dong jaga pandangan
> ky yg AlQuran bilang....
>
> gmn menrt akhi ? minta pendapat dong ? byk
> fenomena spt itu.....
>
> syukron sebelumnya.... kita ketemu lg di bahan
> diskusi selanjutnya.... ntar ina juga kasih
> tanggapan setelah antum....
>
> jazakillah....
> wassalamualaikum wr wb


Ina, aku berada di tengah2 golongan kiri dan kanan. Aku bisa berpikir bebas dan lepas karena pada dasarnya aku dilahirkan dengan keterbukaan berpikir.Aku enggan masuk ke golongan kanan karena aku tahu siapa diriku dan seberapa jauh keimananku. aku juga tidak mau masuk ke kiri karena sama saja menjerumuskanku lebih dalam ke jurang neraka. tapi dalam nuraniku, ada tanggung jawab untuk memperbaiki diri dan orang lain. Dan itu akan aku lakukan sebagai khalifah di muka bumi. Allahu Akbar!!!

Agar kamu tahu, kalau kamu meminta opini dari orang yang benar menurut kamu. Karena aku berusaha memandang dari sisi tengah.
Wallahu'alam bisshowab

wassalam

No comments: