disini menyambut kesendirian
terkutuk dalam keheningan pagi
tak mengerti apa kubuat untuk nanti
lalu sepi menghantui
dimana kawan
dimana temanku
aku semakin tersembunyi
aku tidak bisa mengerti
untuk memberikan rasa bahagia hadir di hati
aku batu yang diam
bergerak pun enggan
aku dimasuki dingin mencekam
hingga entah kenapa berbuat
aku hidup tak sesjalan dengan hidup
aku hidup dengan lurus
di pinggir-pinggir jalan, disanalah hidup
bukan di tengah jalan ini
aku tak temukan apa-apa
tantangan ada disana, bukan di depan mata
mencoba untuk terus hidup dan bertahan
mengais harapan dan asa dalam hidup
untuk itulah aku hidup
dan untuk itulah aku bisa bertahan
aku bukan manusia yang terbaik
tapi manusia biasa yang masih belajar
menghadapi ganjalan dan resiko hidup
yang memang belum pernah aku alami
aku manusia optimis melihat masa depan
tanpa sedikitpun takut gagal
karena gagal hanyalah untuk orang waras
sedangkan aku adalah orang gila yang ingin hidup waras
sehingga rela bertempur dengan yang normal
itulah diriku
aku yang tak mudah kau mengerti
antara akhir dan awal adalah sebuah perbedaan tipis
aku tak ingin semuanya diakhiri dengan kebusukan dan kelalaian
ingin untuk mencoba bisa larut dan jauhi hati
aku hidup dengan semua manusia yang lain
satu dua dan tiga..
mari bergerak, tempuh hari-hari dengan semangat
-untuk diriku yang ingin menghadapi hari ini-
Friday, February 24, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment