Friday, April 07, 2006
surprise
makasih banget deh buat pihak jurusan..!!!
Tuesday, April 04, 2006
Balik dari Tangkuban Perahu
Kita turun dari Tangkuban Perahu udah agak siangan, ya kira2 jam setengah 1 deh. Kita memutuskan untuk sholat di bawah aja. Sepanjang perjalanan kita ketemu dengan mobil2 yang berdatangan mau naik ke atas. Emang ya kalo lagi week end gini pada rame banget dijejali dengan wisatawan domestik.Sebelum balik kita foto2 di depan gerbang masuk kawasan Gunung Tangkuban Perahu..hehe..
Kalo turun dari lokasi gunungnya sih lumayan enak karena jalannya menurun. Mata gue udah ngantuk banget, rasanya campur aduk antara capek dan ngantuk. Kalo gue disuruh nyetir rasanya enggak kuat deh.
Akhirnya kami sampai di Kota Lembang. Kita mutusin untuk sholat di masjid besar Lembang. Yah itung2 di landmark-nya kota Lembang lah.
Nah abis sholat foto2 lagi..hahaha

Abis itu karena udah sama2 laper, kita makan batagor di dekat2 situ. Lumayan buat ganjel perut, daripada diganjel angin malah kembung!.
Akhirnya jalan lagi turun, gila memang Bandung kalo week end. Apalagi kota Lembangnya, semua kendaraan pas udah agak siangan kayak gini bergerak keatas semua. Kebayang dong macetnya, apalagi memang kota Bandung jalannya kecil2 dan sempit. Terpaksa pada macet disana sini. Masih untung kalo bisa jalan merambat.
Deket UPI kita diajakin Ade mampir di Surabi Imut. Wah kebetulan nih, gue kan belum pernah makan surabi. Mumpung ada yg bayarin..kekekek :)). Gue kemaren pesen surabi keju-coklat-pisang (duh masih kebayang gimana manisnya tuh surabi..hmm..yuum!)
. Saking manisnya sampe bikin gigi gue ngilu. Tapi emang enak, abis dibayarin sih.Nah sayangnya gue lupa nanya berapa harga tuh surabi, kan kalo tahu harganya bisa dijadikan tempat referensi kalo ngajak jalan cewek..hahahaha...
Oh iya sebelumnya kita juga sempat melihat Kota Bandung dari ketinggian bukit dekat Seskoau Bandung. Bandung yg jarang ada gedungnya keliatan banget bangunan yg menonjol2nya. Kayak Braga Citywalk sama Masjid Agung di Alun2, kelihatan kontras dengan bangunan2 kecil disekitarnya. Dan sepanjang mata memandang, memang nggak salah kalo kota Bandung ini dulu adalah sebuah danau. Karena dari atas memang bentuknya cekungan, dengan sekitar kanan dan kiri adalah gunung. Subhanallah..Sungguh besar ciptaan Allah SWT
Enggak lupa donk, kita foto2 disana..hahaha (pokok'e poto2 terus..)Udah ya, sekian dulu cerita gue perjalanan Minggu kemaren. Baru kali ini kan, cerita di blog gue gue kasih gambar2..hehehe. Biar lebih menambah warna aja gitu. Sekalian buat kenang2an :)
Sunday, April 02, 2006
Saatnya pulang
Setelah mendaki kurang lebih 45 menit, akhirnya nyampe juga di puncak lagi. Dengan kaki yang masih gemetaran karena capek, kita muter2 dan istirahat di atas. Jangan tanya bagaimana cara kita istirahat. Tentu saja dengan foto2 lah yaw!!! hehehe...Oh iya, selain itu karena pas nyampe diatas udah mulai rame. Udah mulai banyak keliatan para "makhluk halus" yang hilir mudik di depan. Ada yg udah bawa monyet (bikin pengen..!) dan ada juga yg sendiri (minimal sama keluarganya). Sempet sih lirik kanan sama kiri (takut jereng aja kalo kelama'an).
Hari itu karena week end, banyak banget mobil dari luar kota yang parkir disana. Dari plat BM sampe AB ada disana, apalagi yg B pastinya lebih banyak lagi.

Karena udah siang dan belum sholat akhirnya kita putuskan untuk balik saja darisana. Kondisi gue sendiri emang udah laper dan ngantuk banget. Untung sopir gue enggak..hahaha!!!
Atonium, Eiffel-nya Brussel
Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah Atonium yang berdiri Monumen yang di bangun sejak 1958 menjadi menara Eiffel-nya Brussel. Tingginya 102 meter. Sembilan bola berdiameter 18 M yang tertutup aluminium saling terhubung dengan pipa baja. Di dalamnya terdapat terowongan yang dilengkapi evelator. Total berat aluminium yang dipakai 2.400 tonBentuk yang unik tadi menggambarkan bentuk molekul besi yang diperbesar sampai 165 miliar kali. Arsiteknya Andre Waterkeyn perlu waktu 18 bulan untuk menyelesaikannya. Dengan evelator dapat naik kebola-bola yang tertinggi dan dapat menikmati pemandangan Distrik Heysel yang menawan. Tidah hanya itu, bagian bola teratas ada restoran Chez Adrienne yang siap menampung pengunjung yang lagi lapar.
Komplek Atonium juga dianggap sebagai 'Miniatur Eropa.' Bangunan-bangunan bersejarah Eropa dapat dilihat termasuk Menara Eiffel Paris dan Gedung Parlement Inggris. Bagusnya miniatur ini tidak sekedar menampilkan fisiknya tapi juga linkungan dan aktivitas yang ada di sekelilingnya.
Jadi Pria Idaman Wanita
KapanLagi.com - Dompet tebal, mobil keren, karier oke dan jadi incaran setiap wanita adalah impian setiap pria. Bahkan mungkin hal-hal tersebut menjadi bahan saat memasuki dunia mimpi (tidur).
Keinginan untuk menjadi pria yang diperhatikan wanita, timbul sejak kita mengerti peranan atau fungsi wanita bagi pria. Namun saat-saat ini, hal ini tidak mudah diwujudkan karena banyak pria tak mengetahui apa diinginkan wanita dari dirinya. Karena salah menterjemahkan maka apa yang dilakukan Pria malah menjauhkan wanita.
Apakah harus menjadi pria Metroseksual terlebih dahulu? Ciri Pria Metroseksual adalah pria heteroseksual, tidak malu menunjukan sisi feminimnya, lebih sensitif, lebih lembut, sangat memperhatikan perawatan diri dan mengikuti perkembangan fashion serta sekarang-sekarang ini menjadi incaran para wanita. Haruskah? Tidak!
Dibawah ini adalah beberapa saran dari para ahli untuk mendapatkan perhatian para wanita:
Ingin dilihat, harus terlihat! Jika dalam suatu acara Anda ingin dilihat maka posisi Anda seharusnya berada di depan atau di tengah-tengah ruangan. (Dr Albert Mehrabian, Psikolog asal Amerika).
Berwarna menarik! Kenakan pakaian berwarna biru. Jauhi kuning kehijauan. Wanita lebih mudah tertarik dengan pria berpakaian biru. Karena menurut wanita biru memberi kesan stabil, setia dan selalu ada setiap saat di butuhkan. (Leatrice Eiseman, Ahli kejiwaan)
Kuasai diri sendiri Jangan makan permen karet saat melakukan pendekatan pada wanita karena berarti Anda sedang gugup atau frustasi. (Patty Wood, Ahli Bahasa Tubuh).
Luruskan dan buka! Wanita lebih tertarik pada pria yang dominan. Untuk menimbulkan kesan dominan, usahakan selalu berdiri tegak dengan bahu lurus agak ke belakang, berdiri dengan kaki terbuka merenggang sekitar 20 cm dengan arah jari ke depan.
Kesan selalu positif Pancarkan aura yang positif dari dalam diri Anda. Jika Anda tertarik pada seorang wanita yang belum Anda kenal, maka...tatap matanya selama 5 detik...tersenyum...lalu berpaling! Lakukan tiga kali dalam waktu 10-15 menit.
Sergap...! Jika ada respon yang positif dari wanita yang Anda perhatikan berarti waktunya untuk Anda mendekatinya, menyapanya dan berbicara. Jangan terlalu lama untuk memberi respon karena minat wanita dapat berubah pula dengan cepat.
Pertahankan sinyal! Saat komunikasi sudah mulai tercipta maka harus dipertahankan dengan cara sekali-kali ikuti tiru gerakannya dan juga mengikuti arah pembicaraan dan sekali-kali Anda yang menentukan arah pembicaraan.Tanda-Tanda Si Dia Naksir Anda
KapanLagi.com - Seperti magnet yang saling tarik-menarik, begitu juga dengan manusia jika ada kecocokan dengan "standard selera"-nya maka ia akan menunjukan rasa ketertarikannya dengan berbagai cara, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.
Tanda-tanda jika si Dia suka kepada Anda, disaat Anda berhadapan langsung dengan si Dia atau berada di sekitar si Dia. Maka si Dia :
1. Menaikkan alis dan tersenyum
Saat berpapasan dan bertemu dengan orang yang Anda suka, tanpa disadari alis mata Anda terangkat. Kejadian ini berlangsung hanya beberapa detik dan biasanya tanpa di sadari maka perhatikan baik-baik! Jika Anda pun menyukainya, berikan respon yang sama disertai senyum yang manis.
2. Hidung mengembang, wajahnya cerah
"Face" yang menunjukan persahabatan yang tulus dan ramah. Tujuan si Dia melakukan itu agar Anda tidak menjauh dari dirinya.
3. Menarik minat Anda
Si Dia akan menarik perhatian Anda dengan segala cara. Baik melalui tutur kata maupun sikapnya. Si Dia pun akan tampil beda jika Anda sedang bersama dengan teman-teman.
4. Memperhatikan Penampilannya
Si Dia akan tetap berusaha agar tetap berpenampilan memukau di hadapan
Anda. Misalnya selalu memperbaiki pakaiannya, kerahnya, kancing bajunya, rambutnya, dll. Si Dia akan berusaha menjadi pria yang perfect di hadapan Anda.
5. Alis matanya akan terangkat
Saat Anda berbicara dengan si Dia, maka jika si Dia terpesona maka tanpa di sadari si Dia akan menunjukannya. Salah satunya dengan alis matanya yang sedikit terangkat saat menatap Anda yang sedang berbicara.
Bukan...bukan! Bukan berarti memamerkan "Anunya" si Dia! Tetapi si Dia akan menunjukan badannya yang kokoh, bahunya yang bidang, kaki dan lengan yang berotot serta yang lainnya. Tujuan si Dia adalah untuk menunjukan kepada Anda bahwa si Dia merupakan pria yang dapat menjaga Anda dan Anda pun akan nyaman saat bersama si Dia.
Air Panas & Rebus Telor
Nggak terlalu banyak yang bisa dilihat kawah tersebut. Hanya ada 3 kolam air panas.Yang pertama mendidih seperti air panas, yang dibelakangku ini adalah kolam air panasnya. Airnya bergolak terus, dengan uapnya yang benar2 berbau kentut (hahaha..) eh maksudnya belerang/sulfur gitu. Nggak ngerti!
Nah sepanjang perjalanan tadi kita juga nemuin beberapa warung yg nawarin telur untuk direbus di kolam tersebut. Dasar emang kantong lagi kembang kempis, "terpaksa" menolak tawaran itu..hehe
Akhirnya Ade yang beli satu buah telur untuk direbus. Gue nggak ngebayangin kalo kaki gue nyemplung ke kolam itu, bisa "mlonyoh" kaki gue tuh!

Selain kolam tersebut juga ada 2 kolam lagi yang cuman2 anget2 gitu. Lumayan kok buat berendam, kata orang sih kolam itu bisa untuk mengobati penyakit kulit. Nah kalo statementnya kayak gitu, aku jadi kawatir. Berarti kolam itu udah sering dimasuki sama kaki2 yang berpenyakitan semua hiii... Sing panu'en, kadas'en belum lagi yang kena raja singa sama gonorhoe...walah!! Jadi apa kira2 kakiku kalo keluar??
Karena udah jauh2 ke bawah, kan sayang kalo enggak nyemplung. Ya udah nyemplung aja dengan kolam air ber-sulfur itu. Pertamanya sih langsung mak nyos rasanya di kaki ini. Tapi akhirnya terbiasa. Kalo agak lama'an disitu, kita bisa pijet2 kaki setelah capek menuruni bukit. Enak coy!! mau coba?
Kelar berendam, kemudian kita2 pada udahan pengen keatas lagi. Duh..mana perut lagi laper banget, makan disini juga pasti mahal2 dan mencekik tenggorokan ..uugh

Kira2 setelah sejam istirahat di Kawah Domas, kita naik ke puncak lagi. Kebayang dong jauhnya gimana. Turunnya aja capek, lha gimana naiknya neh.
Lumayan menguras tenaga banget, hingga harus beberapa kali istirahat di tengah jalan. Sepanjang perjalanan kita masih sempat2nya ngedumel, "woalah kok jauh bener keatasnya neh..". Orang ngedumel juga nggak bakalan segera nyampe keatas kan, malah buang2 tenaga sama napas yang tinggal satu dua. Yang paling kasihan si Fajar, keliatannya kepayahan banget dengan muka sedikit pucat pas naek.
Di jalan kita ketemu beberapa turis dari Jerman sama Inggris. Emang gede2 mereka itu, mungkin mereka makan batangnya padi kali ya?
sampe diatas, kaki gue keder saking capeknya...giling!!
Diatas udah nggak berasa berangin lagi. Lumayanlah untuk istirahat, tapi rame banget karena kan week end saat itu. Jadi mobil2 yg ada di puncak Tangkuban kebanyakan ber plat B. Nggak heran, orang Jakarta emang kehabisan tempat refreshing..hahaha
Kecapean

Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit (mungkin lebih), nyampe juga di kawah domas. Jangan tanya gimana rasanya, rasane koyok bar macul sawah sak galengan (rasanya seperti abis nyangkul sawah satu petak). Di dengkul benar2 nggak kebayang capeknya kaki ini. Habis itu sepanjang perjalanan mendekati Kawah, kecium bau belerang yang mirip kentut orang yang abis makan telur ayam. Jadi sepanjang jalan pada nyela2 gitu, "woee..sapa neh yg kentut. Kayak abis makan telor neh baunya!', celetuk Ade. Hahaha..emang lutju buanget degh pokoknya.
Apalagi pas Fajar mulai kelelahan (maklum dia kan yang paling gede diantara kita2..hehe). Kita cela2, "Jar, lu abis naik dari sini bakal turun 3 kilo nih..hehe".
Pas udah nyampe kawahnya, wah rasanya seneng banget. Meski masih kecium bau telur busuk eh belerang yang lumayan menyengat. Lokasi kawah ini cukup luas. Yah kira2 ada deh setengah hektar (pokoknya luas deh..). Karena bekas lemparan dari belerang makanya disitu daerahnya keliatan agak2 terang keputihan eh keputih-putihan..hehehe
Akhirnya kita istirahat dulu bentar untuk menenangkan paru2 yang serasa udah tinggal satu dua ini..hihihi..
Capeknya Turun
Mungkin perkiraan kami salah kami memutuskan untuk turun. Ternyata jalannya curam dan tangga untuk naik turunnya cukup tinggi sehingga bikin capek di kaki. Beberapa kali kami terengah-engah mengatur napas karena jalannya lumayan terjal. Yah beginilah nasib paru2 dan kaki yang nggak pernah dipake olahraga. Yang ada cuman olahraga tangan alias maen Winning Eleven di komputer..heheheBiarpun jalannya benar2 bikin capek, tapi kita nggak keringetan (belom kaleee...). Liat aja tuh di foto, tanganku masih kedinginan dan aku jepit pake paha karena dingin.
Jalan setapak itu membelah hutan perdu, lumayan bersih sih. Tapi enggak ada suara burung disana (boro2 burung berkicau..burung gue aja juga kedinginan..eh :p), bahkan suara2 binatang2 juga nggak ada (aneh!). Sepanjang perjalanan, kami nggak berhenti2nya ngakak karena saling nyindir sana sini (ah seneng banget deh pokoknyanya mah..)
Angin Kuenceng

Pas tiba disana emang lagi dingin banget dan anginnya kenceng. Turus putuskan naik ke atas menara pemantau untuk melihat panorama di sekitar kawah. Wah bagus banget..
Apalagi pemandangan di balik kawah, seperti di background fotoku ini. Ternyata memang Bandung dikelilingin oleh gunung. Di bawah gunung ini, ada kota Subang dan Ciateur (yg terkenal dengan air panasnya itu loh!). Udah gitu suasana enggak panas sehingga adem banget. Berulangkali aku memasukkan tangan ke dalam saku jaket saking dinginnya.
Kan badanku ini kerempeng, sedangkan angin disana kencengnya bukan main. Jadi kalo pas ada angin kenceng, rasanya aku mau terbang..eh serius deh. Anginnya bikin hampir bikin aku terjungkal beberapa kali..hihihi (dasar ghepenx!)
Udah gitu masih sempat2nya mikir. "wah disini kayaknya enak kalo maen layangan"...hahahaha
ya gimana enggak, dengan angin sekenceng itu, mau nerbangin layangan bukan hal sulit. Bahkan langsung rusak karena sobek..hehehe
Abis dari situ kita bingung mau kemana lagi. Akhirnya pilihan jatuh untuk turun ke Kawah Domas yang letaknya ada di bawah menara pemantau ini.
Di papan penunjuknya sih jarak ke bawah sana sekitar 1,2 kilometer. Busyet, lumayan tuh!!
Akhirnya kita sepakat turun
. Keliatannya sih deket, ya udah nekad aja turun.Jalan setapaknya menurun dengan pasir di bawahnya, apesnya aku pake sandal dari karet ban (abis mbajak dari bapak kemaren pas pulkam hehehe..). Karena pake sandal kan daya cengkram ke tanah jadi kurang (kebanyakan liat F1 (hehehe..).
Kirainnya sih cuman deket2 aja...Tapi jauhnya itu nggak ketulungan. Mau naik lagi udah tanggung, tapi kalo terus turun takut enggak kuat naiknya lagi... Serba salah kan? Dasar mahasiswa enggak pernah olahraga sih..hahaha
Foto ini diambil pas baru 50 meter ke bawah dari Kawah Ratu
Baru Nyampe
Akhirnya setelah menempuh jarak yang begitu jauh (kayak pulkam aja neh!), akhirnya nyampe di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu. Untuk diketahui aja, pas berangkat aku bawa duit gocap. Bayarin bensin 10 ribu, abis itu pas mau masuk kawasan gunungnya kena tiket per orang 10 ribu juga. Karena gue yg ngajak Andi, akhirnya "terpaksa" gue yg bayarin hicks3x... :((
Tapi karena ngeliat pemandangan yang indah banget, akhirnya nggak terasakan duit yg kebuang (emang bisanya buang2 duit sih..). Pas dateng masih jam 9 sehingga udah agak rame, tapi yang kerasa banget adalah angin dan suhu diatas gunung yang kenceng dan dingin. Liat aja tuh di foto, tangan kananku aku kempit di sela2 paha karena nggak tahan sama dinginnya angin yang berembus di puncak gunung..brrr uaaadem..
Karena masih sepi, makanya foto2 lagi...hihihi
Itu backgroudnya Kawah Ratu (aku, andi, ade) nah yang motho tentu saja yg bawa foto alias si kendi fajar..hahaha (salah ndiri bawa foto..jadi tukang foto deh lu, jar! hahaha)
Berangkat ke Tangkuban Perahu
Kemaren ceritanya kita berempat (aku, ade, fajar, andi) pengen berangkat jalan2 ke Gunung Tangkuban Perahu. Rencananya sih berangkat jam 7, eh karena ngantuk banget akhirnya bangun setengah tujuh abis itu baru deh setrika celana sama baju..hihihiKasihan sama si Ade yang udah dateng jauh2 dari rumah encangnya di daerah stasiun. "Dasar orang Indonesia, nggak bisa tepat waktu", umpat Ade pas tahu gue lagi setrika. Gue sih malah cekikikan nggak jelas..hihihi
Yah anggap aja kejutan buat April Mop, kan 1 April gitu looh..
Akhirnya setelah mandi, aku berangkat nyari nasi kuning. eh ndilalah kok ya habis, padahal biasanya juga belum abis jam segitu. Akhirnya "terpaksa" makan eh sarapan pagi di Mang Adun (paling males kalo makan di Mang Adun..nasinya keras banget) dengan nasi gorengnya.
Habis kenyang, akhirnya berangkat deh. Dengan peralatan tempur standar (helm aja yg nggak standar..hehe) kayak jaket, celana cargo, baju IE sama tas kesayangan.
Sebelum berangkat, just like another STT Telkom Students we also like photo-photo..hahahaha
Akhirnya pas mau foto2, eh ada Nisa yang kayaknya mau pergi ke kost temen. ya udah kita todong aja untuk jadi tukang foto dadakan. Dan fotonya seperti yg diatas..hehe
