SEMPRUL!!
Sedikit menggelitik tanganku untuk kembali mengetikkan segala sesuatu yang ada di kepala. Tepatnya kemaren aku ikutan lagi LPJ untuk kedua kalinya dan mungkin kongres di hari jum'at ini. Sebenarnya terus terang aku agak mual juga denger nama HMTI disebut-sebut lagi bermasalah. Memang suatu sistem tidak akan pernah sempurna, kita hanya bisa memperbaiki dan terus memperbaikinya. Sadar ataukah tidak memang kita harus bertindak, karena mumpung kita masih merasakan kehidupan sebagai mahasiswa yang bebas berbicara dan mengutarakan pendapat meski itu tidak populer sekalipun.
Dari awal kepengurusan HMTI sebenarnya saya sudah bisa menduga bahwa HMTI sudah pasti akan meredup. Ini diawali dari Kongres HMTI yang hanya dihadiri oleh segelintir orang yang mungkin masih peduli dengan himpunan. Saya tidak menyalahkan teman-teman yang tidak datang sebagai anggota HMTIyang nggak peduli!! Tapi saya lebih senang dengan menyebutnya sebagai anggota pasif. Kongres yang notabene adalah awal dari suatu kepengurusan bahkan tidak dianggap sebagai suatu hal yang penting bagi semua anggota HMTI....ya inilah penyakit apatis orang TI!!!
Akhirnya munculah Pansus KKH, Pansus Ketua HMTI dan yang lain-lain. Yang menurut saya ini sudah di luar sistem dan sudah tidak sehat. Mungkin saya masih beruntung duduk di Pansus KKH (yang akhirnya menjadi SHAKTI!) bersama "bedegul" Faisal..huehehe :) yang paling enggak mengerti peta situasi kondisi himpunan. Sedangkan pansus Ketua HMTI diisi oleh mantan2 MPM yang nggak capable melakukan rekruitasi meskipun usahanya saya harus akui diluar perkiraan saya (ternyata cukup bagus dari usahanya melakukan berbagai mediasi antara calon ketua dengan masyarakat HMTI..).
Lalu akhirnya muncullah orang-orang yaitu Dimas dan Wildan yang mencalonkan diri sebagai Ketua HMTI. Menurut saya (ini pendapat!) keduanya sama-sama kurang capable menjadi Ketua HMTI. Orang2 ini keluar dari sarangnya masing2 mungkin akibat nggak ada lagi yang mau jadi Ketua HMTI (hahahaha...emang kok HMTI penuh sekali dengan masalah..seperti sarang penyamun..loh! hehe..apa coba maksudnya?? :))..)
Saya mungkin nggak habis pikir, kenapa bisa sampai kondisi seperti ini bisa terjadi hingga saya harus memilih yang terbaik dari yang terburuk..(oh..noo!!). Kenapa saya bilang terburuk...mungkin keduanya pandai dalam melemparkan konsep dan janji (yah!! samalah kayak kampanye presiden..ngobral janji teruuuss...jalan ato enggak..khan belakangan) tapi saat menyadari kondisi di HMTI begitu kompleks serta PR-PR yang yang harus dikerjakan terlalu banyak, mengakibatkan udah puyeng duluan lihat masalah....(wajar dong!! namanya juga organisasi...nggak dibayar lagi..). Padahal udah banting tulang, kerja keras tapi nggak dihargai...sabaar teman!! mungkin balasannya tidak sekarang tapi di akhirat nanti...seperti kata Ustadz Sanusi (hehe..ngutip Limau neh!).
Mungkin pendapat saya ini salah..sekali lagi ini adalah isi otak saya. Anda nggak bisa menyatakan otak saya salah atau benar. Tapi Otak saya ini agak..gimana gituh!! hehe...
Jika anda mengira saya gila..berarti anda waras! :)
Selanjutnya masalah rekruitasi pengurus. Setelah Dimas terpilih, saya dan sahabat brewok saya (hehe..Faisal lagi!!! Faisal lagi!!!...bosen deh ma elo melulu) mengamati langkah-langkah HMTI berikutnya. Terutama di rekruitasi, sejak saya diajak sebagai tim rekruitasi. Saya sudah menyarankan kepada Dimas untuk jangan mengandalkan interview kepada calon anggota. Meski cara ini sudah lazim dilakukan oleh di kampus tapi menurut saya interview hanya efektif untuk suatu lingkup yang masa kerjanya singkat seperti sebuah kepanitiaan. Tapi untuk ukuran organisasi yang memiliki periode kepengurusan tidak cukup hanya dengan melakukan interview saja. Mungkin dengan alasan-alasan tertentu (saya juga nggak tahu alasannya..) sang ketua hanya melakukan interview saja. Sedangkan disana saat setelah rekruitasi dan membahas hasilnya, penilaian secara subyektif masih saja dilakukan oleh para leader HMTI terpilih. Memang penilaian seperti ini bisa sangat subyektif tapi mungkin bisa diatasi dengan misalnya penyampaian visi dan misi ketua kepada calon pengurus (sebab saya melihat tidak semua pengurus mengerti tugasnya bahkan alasan kenapa mereka masuk di biro/departemen tersebut). Atau bahkan mungkin ada anggapan"Masuk himpunan hanya untuk nambah resume/riwayat hidup saja saat nanti melamar kerja" hanya orang nggak punya otak yang berpikiran sepeerti itu..so f***ing what!!.
Berikutnya selama menjalankan organisasinya, sang ketua kalah dibandingkan dengan para koordinatornya dalam menggerakkan pengurus. Kalau mau secara kasar, bisa dibilang kurang wibawa, kurang tegas, kurang dihormati dan kurang dihargai bahkan oleh para anggota pengurusnya. Bukan bermaksud su'udzon, karena ini hanya pendapat pribadi..counter terhadap pendapat saya ini mungkin langsung saja kepada saya..otreh!!
Dengan berjalannya waktu, hingga akhirnya saat LPJ tiba. Saya sudah siap dengan segala senjata-senjata untuk meng-conter attack HMTI bersama teman-teman. Kalau mau diakui..saya sudah sebel banget liat kinerja HMTI yang acak-acakan dan tidak ada kontrolling (mungkin ada kontrolling tapi tidak efektif dan dijalankan dengan baik baik oleh mahasiswa maupun MPM). Jauh-jauh hari saya sudah sering membicarakan hal ini dengan temen-temen TI yang masih peduli pada himpunan (Fajri, Danu, Faisal, Dik-dik)
Dan ternyata setelah melakukan brainstorming beberapa kali akhirnya kami dapat menyamakan pendapat dan bisa memberikan penilaian kami terhadap HMTI. Penilaian terutama terhadap beberapa hal vital yang dilakukan oleh HMTI seperti pelanggaran AD/ART mengenai publikasi dan transparansi laporan keuangan himpunan setiap bulannya, pola koordinasi MPM dan HMTI yang tidak lancar yang berakibat pada kurang kontrolling, kesalahan-kesalahan prosedural dan struktural dalam menjalankan organisasi itu sendiri.
Jika kemaren LPJ HMTI ditolak, apakah ada pengaruhnya bagi mahasiswa?
bagi saya tidak ada...kalaupun ada juga tidak significan...
memangnya siapa yang peduli? mau sekre dan FO HMTI ambruk juga gak ada yang peduli...
kepedulian mahasiswa TI pada himpunannya sendiri sudah sangat minim dan mengkhawatirkan. Menumbuhkan kepedulian seharusnya sejak awal2 pembentukan kader yaitu SHAKTI (abisnya gue koordinator SC dan pengkonsepnya sih!! hehehe..). Jika para hasil didikan SHAKTI menjadi kader2 yang peduli pada himpunannya...alhamdulillah. Berarti nggak ada salahnya kita mendobrak dan merubah struktur/pakem yang ada di himpunan tanpa mengubah tujuan akhir baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Tapi bagaimanapun juga ini tetap memberikan efek psikologis bagi teman2 pengurus selanjutnya. Saya rasa penolakan terhadap LPJ di kepengurusan yang sekarang bisa dijadikan pelajaran dan evaluasi bagi kita semua. Dan jangan malah dijadikan judgement kalau pengurus sebelumnya tidak serius bekerja. saya yakin dan seyakin-yakinnya mereka telah bekerja dengan serius akan tetapi mungkin mereka tidak diuntungkan oleh waktu dan kondisi serta secera internal mereka sudah tidak sehat juga.
Bagi saya 1 tahun di HMTI menjabat sebagai Koord. BPM sudah cukup memberikan pelajaran bagi saya dan membuat saya kecewa bahkan pada diri saya sendiri. Sebenarnya saya masih bisa berbuat banyak bagi himpunan tapi tidak saya laksanakan. Hingga akhirnya saya ingin total membantu sebagai konseptor SHAKTI bersama-sama teman2 SC yang lainnya demi membuka jalan baru/arahan ke depan bagi perkembangan pola pikir mahasiswa TI agar tidak apatis lagi terhadap HMTI.
Kenapa saya senang menyinggung masalah SHAKTI? karena saya menganggap peng-kader-anlah hal yang sangat penting dan vital dalam suatu organisasi. Jika kita tidak bisa membuat kader2 yang peduli pada himpunan, maka ujung2nya ya itu tadi..hanya untuk nambah curiculum vitae.....malu-maluin!!! cuih...
]
Bagi kepengurusan selanjutynya, semoga lubang-lubang yang terbuka menganga di hadapan anda sekarang bisa teman2 tutup nantinya dan diperbaiki dengan aspal ato beton gitu biar permanen kuat tahan lama.... (kayak mak Erot aje? hehehe...).
Demikian saya...eh..Demikian saja
Ghepenx use : simdat08 also LP Re-Animation (sampe mual-mual..hoooeeeckss!!), GIGI (bobok yuuukkk...)
Dedicate to : All folks HMTI 03/04, Big Brother (horas bah!), Jiwalangkaji kokokbeluk demdem, Samin peyok, Kemin, Mbah Min, Sairin, Big Family SHAKTI 2004 (for all of laughs, tears, stress, problems that make me enjoy it...thenkyu), Saturnus, Uranus, Bulan (teman dikala ngelamun sampe ndlongop!!..huehehe), Hepi (karena bertanya dan mengkritik keputusan menolak LPJ hingga terpikir lagi menjawabnya di forum kebebasan ini...semoga yang lain juga bisa terjawab meski gak puas...), Dek Erly (kangen lagi nih..hicks3x), Anty Tetanus (lagi males nih ye!!..huehehe..males kok doyan), Para Jancuk'ers di STT Telkom (gak onok gawean tah...sak liyane misuh-misuh? Ancuk temen kowe kabeh..). Yang gak kesebut...piss!!
dah malem..mo bobok dulu...ZZzzzzzz
No comments:
Post a Comment