Monday, April 11, 2005

BAB 2

Bab II
Landasan Teori

2.1 Sistem Informasi Geografis
2.1.1 Pengertian SIG
Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya (Prof. Shunji Murai)
Penanganan dan analisis data berdasarkan lokasi geografi merupakan kunci dari sistem informasi geografi. Sistem ini sangat membantu bila data yang ditangani terlalu banyak untuk diproses secara manual. Mungkin ada ratusan atau ribuan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam suatu lokasi. Data-data ini bisa berupa peta maupun tabel data. sehingga data-data yang dimasukkan dalam SIG akan lebih mudah untuk dimanipulasi dan dianalisis. Volume data yang besar sangat tidak efisien jika ditangani secara manual. Selain itu jika menggunakan metoda manual akan lebih mahal, menghabiskan waktu lebih banyak dan tidak mungkin dilakukan secara praktis. Komponen utama GIS sendiri terdiri dari sistem komputer, data geospatial dan pengguna. Secara sederhana huubungan komponen utama GIS bisa dimodelkan seperti pada gambar 2.1.

2.1.2 Kemampuan SIG
Pada dasarnya dengan memperhatikan pengertian, definisi-definisi, berikut cara kerjanya, kemampuan SIG sudah dapat dikenali. Kemampuan ini dapat dinyatakan dengan fungis-fungsi analisis spasial dan atribut yang dilakukan, jawaban-jawaban atau solusi yang diberikan terhadap pertanyaan-pertanyaann yang berhubungan dengan what is at......? (apa yang terdapat pada lokasi tertentu), where is it.....? (lokasi apa yang mendukung untuk kondisi/fenomena tertentu), how has it changed........? (mengidentifikasi kecenderungan atau peristiwa yang terjadi), which data are related ........? (menganalisis hubungan keruangan antar objek dalam kenampakan geografis), what if.......? (komputer dan monitor dalam kondisi optimal, kecocokan lahan, resiko terhadap bencana, dll. berdasar pada model).
2.1.3 Subsistem SIG
SIG dapat diuraikan ke dalam empat subsistem sebagai berikut :
1. Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab dalam mengkonversi atau mentransformasikan format-format dan aslinya ke dalam format yang digunakan oleh SIG.
2. Data Output
Subsistem ini bertugas menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun dalam bentuk hardcopy seperti tabel, grafik, peta dan lain-lain.
3. Data Management
Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di-update dan di-edit.
4. Data Manipulation & Analysis
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodeelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

Gambar 2.2 Uraian subsistem-subsistem SIG
2.1.4 Komponen GIS
Pada dasarnya SIG terdiri dari 5 komponen kunci yaitu hardware, software, people, data dan metode yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Hardware
Keandalan suatu sistem informasi geografis akan sangat didukung jika memiliki spesifikasi hardware yang handal. Keandalan ini bisa dilihat dari kemampuan prosesor yang lebih cepat, memory yang lebih tinggi, hard disk yang lebih besar, dan VGA card yang lebih bagus dibandingkan dengan sistem informasi biasa
2. Software
Karakteristik SIG membutuhkan software yang mendukung analisa, penyimpanan dan visualisasi informasi geografis. Software sendiri terdiri dari sistem operasi, compiler dan program aplikasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut
a. Sistem operasi, mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi. WINDOWS adalah sistem operasi yang banyak digunakan.
b. Compiler, menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa komputer pada kode mesin sehingga CPU mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. Bahasa kompiler yang biasa digunakan adalah C, Pascal, FORTRAN, BASIC, dan lain-lain.
c. Program aplikasi, sudah banyak sekali vendor software yang telah mengeluarkan software-software SIG seperti ArcInfo, ArcView, MapInfo dan lain-lain
3. People
SIG memiliki tingkatan pengguna dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada pengguna yang memanfaatkan SIG untuk mempermudah pekerjaan mereka.
4. Data
Data merupakan komponen terpenting dalam SIG. Data yang dibutuhkan terdiri dari data spasial (data peta) dan data non-spasial (data peta). Dtaa spasial berintegrasi dengan data non-spasial pada setiap fiturnya. Pembangunan dan pengolahan basis data yang lebih besar maka data tabular tersebut dapat direlasikan ke sumber datalain yang berada di luar tools SIG melalui Database Management System (DBMS).
5. Metode
Diperlukan metode dan cara penerapan yang unik untuk setiap permasalahan SIG. Karenanya SIG yang baik tergantung pada aspek desain yang bagus dan aturan bisnis atau kondisi realnya.

2.2. Active Server Pages (ASP)
ASP atau Active Server Pages adalah teknologi yang memungkinkan anda untuk menciptakan web interaktif dan dinamis. ASP merupakan server-side scripting dimana proses dilakukan di server sebelum dikembalikan ke client browser berupa file HTML yang berarti juga bahwa anda memanggil file ASP melalui browser (IE, Netscape Navigator dll) mengirim permintaan/request ke server, kemudian server mengeksekusi setiap script yang ada, dan kemudian dikembalikan ke browser dalam bentuk file HTML. Dengan ASP pengolahan data konsumen dapat diambil dengan sebuah form, membuat aplikasi-aplikasi tertentu dalam sebuah web serta pengolahan database dan memanipulasinya.
ASP dimaksudkan untuk menggantikan teknologi lama yang bersifat server-side, seperti CGI (Common Gateway Interface) yang memiliki beberapa kelemahan dan berjalan di lingkungan UNIX. Ciri yang dimiliki oleh aplikasi yang memiliki ekstensi .asp. Dibandingkan dengan bahasa pemrograman dinamis yang lain ASP memiliki kelebihan dalam pembuatan aplikasi dinamis.

2.3 MapXtreme 2.5
MapXtreme adalah mapping application server untuk organisasi yang mengenali data visualisasi dan pemetaan dan dapat digunakan untuk membantu keputusan bisnis lebih optimal dan mengatur operasi dan asset agar lebih efektif. MapXtreme lebih powerful secara fungsional untuk membuat sebuah aplikasi SIG berbasis web.
2.3.1 Hardware dan Software
1. Windows NT 4.0 atau dengan speck lebih rendah pada web server machine
2. Windows NT atau windows 2000 pada development machine
3. web server (IIS)
4. internet explore atau netscape (version 4.0 or later) terinstall pada development machine
5. di logged pada server menggunakan administrator account
2.3.2 Komponen MapXtreme
MapXtreme mengkombinasikan beberapa pasangan dari software dan tools untuk menyederhanakan sebuah proses dari aplikasi map-web. Software bekerjasama dengan web server. Ada dua kelompok software utama : development tools dan server software. Tool ini mungkin berada pada satu mesin atau mungkin ditempatkan pada development machine dan server machine.
Gambar 2.3 komponen mapXtreme
2.3.2.1 Development Tools
Development Tools ditempatkan pada komputer yang akan digunakan untuk aplikasi. Development computer dapat menggunakan windows NT atau windows 98 machine. Development tools meliputi Internet Development Environment, MapXtreme sample applications, and MapXtreme code libraries.
· Internet Development Environment
Adalah salah satu development tools adalah Internet Development Environment, yang digunakan untuk menulis script dan membuat halaman HTML untuk aplikasinya. Sample applications dan code libraries adalah bagian dari development tools yang menggunakan HAHT site Scenario Workbench dan IDE menggunakan Microsoft Active Server pages (ASP).
· Sample Applications
Adalah Mapxtreme dengan satu set contoh yang memetakan aplikasi yang dapat menggunakan basis untuk Map-Enabled Web.
· Code Libraries
· Mapxtreme Code Libraries
Berisi fungsi-fungsi yang umum untuk web based mapping application. Code Libraries tersedia untuk HAHTTALK Dasar dan ASP.
2.3.2.2 Server Tools
Server Tools ditempatkan pada Web mesin server. Mesin server harus menggunakan Windows NT untuk menjalankan Mapx. Aplikasi Mapxtreme berlangsung pada mesin server dan menghasilkan suatu gambaran peta untuk kembali ke pemakai browser. komponen server meliputi MapX, MapXtreme data, HAHTsite Scenario Server (optional), remote Geocoder, Base Map Data Manager, Server Administrator, MapXstress Utility dan Geoset Manager.
2.3.3 Cara Kerja MapXtreme
Gambar 2.4 Cara Kerja mapXtreme

Script mapXtreme telah dibuat menggunakan development tools, kemudian ditempatkan pada web server melalui copy file atau HAHT site publishing. Script pada web server akan berjalan ketika web page di akses. Contohnya user menekan tombol pada web pages, ketika skrip berjalan, sebuah panggilan dibuat pada map engine. Map engine adalah general term for the objects and their methods and properties that provide access to MapX. Ketika script berinteraksi dengan map engine, maka map engine akan kembali pada sebuah image file seperti .gif atau .jpg file yang dapat ditempatkan pada HTML page dan dikembalikan kepada user browser.
Map engine design mengijinkan cara berbeda untuk mengakses MapX.



No comments: