Monday, April 18, 2005

Wacana buat HMTI STT Telkom

Apa kabar HMTI??
Oleh : Rofi’ul Hadi*

Sungguh bosan saya melihat papan FO ini hanya berisikan pengumuman dan pemberitahuan tentang ujian, kerja kelompok, undangan rapat, pindah jadwal dan masih banyak lagi. Apakah tidak ada yang lebih menarik untuk dipublikasikan? Ada, tapi mungkin belum terpikirkan oleh teman-teman semua. Karena saya hidup tak jauh-jauh dari himpunan otomatis apa yang saya sorot tentu saja mengenai himpunan. Sebenarnya sejak akhir Januari saya sudah gatal pengen memberikan opini dan tanggapan mengenai HMTI. Tapi saat itu saya dijanjikan oleh MPM akan ada Public Hearing, dan saya anggap disana saya bisa berpendapat atau paling tidak minta klarifikasi mengenai beberapa hal kepada HMTI. Hingga saat ini pun ternyata Public Hearing itu nggak jadi juga (yo wis lah..ndak pa-pa!!). Hingga saya berpikir apakah diantara mahasiswa TI hanya saya yang peduli akan eksistensi HMTI.
Suatu saat saya melakukan diskusi dengan seorang teman saat kuliah (gara-gara dosennya jago banget “ndalang”..mungkin lain kali aku undang buat maen di rumah..hehe J). Diskusinya juga nggak jauh2, ya menyimak perkembangan himpunan. Ternyata kondisi di HMTI saat ini sangat kompleks sekali. Mungkin tidak cukup saya saja yang mengulas. Karena persepsi, pandangan dan anggapan setiap orang juga berbeda tinggal dari arah mana kita mengambilnya. Kalau ada yang mau menambahkan tulisan saya ini wah saya akan senang sekali. Berarti masih ada mahasiswa TI yang mau berpikir dan meluangkan waktunya untuk ber-opini (toh ber-opini juga gak bayar..).
Oke, kita mulai saja point utama opini saya mengenai himpunan kita tercinta (hanya bagi yang merasa mencintai HMTI..selain ituàlebih baik minggat saja, mas!). Banyak sekali hal yang sangat janggal dan aneh yang saya perhatikan dari HMTI periode saat ini. Hingga saya selepas dari SHAKTI kemaren sempat berpikir, udah deh aku pensiun aja dari carut marut himpunan. Tapi melihat kondisi yang seperti ini, saya jadi prihatin, bersedih, trenyuh dan kecewa. Pada akhirnya saya berpikir, siapa lagi yang peduli pada himpunan? Saya yakin teman-teman sudah sibuk dengan kuliah-nya, praktikum-nya, tugas-nya hingga tidak sempat mengalihkan perhatian buat himpunan. Saya juga tidak bisa menyalahkan teman-teman, hukumnya peduli himpunan khan ibarat hukum fardhu kifayah (sudah ada ditunaikan sebagian maka gugur kewajiban yang lainnya). Jadi anda juga tidak salah kalau hanya sekedar jadi penonton saja (dibawa asyik aja, bro..ye nggak? J ). Kalaupun mau di-list wah bisa se-gambreng tuh hal-hal yang harus di-klarifikasi oleh pihak himpunan. Ingatan saya lemah jadi hanya yang saya ingat saja yang akan saya analisa.

1. Jumlah SDM
Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Ketua HMTI melakukan perekrutan anggota himpunan dengan jumlah yang begitu besar (coba anda cari tahu sendiri berapa jumlah anggota himpunan periode saat ini..itu jadi PR anda sekarang...hehe J) tentu dengan alasan dan pertimbangan tertentu. Tapi anehnya kalau melihat hasil kongres kemarin, tentunya Ketua bisa lebih arif dan bijak dalam menentukan strateginya dalam merekrut anggota. Salah satu point rekomendasi di kongres adalah angkatan 2004 yang lulus SHAKTI 2004 (apa kabar adek2ku semua?? hehe..) akan bisa masuk himpunan sebagai staf muda pada pertengahan periode himpunan berjalan. Lalu kenapa Ketua melakukan perekrutan awal dengan jumlah yang lebih besar padahal tahu akan ada staf muda yang masuk nantinya? Apakah dengan SDM yang besar akan selalu optimal? Anda sudah mendapatkan buktinya khan..

2. Tanggapan Beberapa Rekomendasi dan Masukan
Saya mengikuti semua proses semenjak LPJ dan Kongres HMTI kepengurusan kemarin. Saat itu saya perhatikan kami telah memasukkan beberapa point yang harus dijalankan oleh kepengurusan sekarang. Tapi entah kemana larinya semua rekomendasi tersebut. Sebenarnya anda-anda bekerja itu berdasarkan apa?. Ada dua kemungkinan, anda bekerja sesuai dengan AD/ART serta rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan LPJ dan Kongres atau anda bekerja dengan membuat alur sendiri sehingga bebas berkreasi sebebas mungkin. Karena saya tidak melihat adanya perbaikan dari kepengurusan kemarin, padahal kami dari kepengurusan sudah banyak memberikan masukan di LPJ. Contoh yang jelas : saya pernah merekomendasikan (dan disetujui) bahwa HMTI harus memberitahukan kegiatan yang akan dilakukan sebulan sebelumnya di mading FO. Kalau saya tidak salah lihat saya pernah melihatnya sekali, setelah itu tidak ada lagi. Wah, jangan-jangan memang HMTI tidak ada kegiatannya..
Begitu juga dengan usulan di LPJ SHAKTI. Saya sudah memohon kepada pihak HMTI untuk menindaklanjuti kerjasama antara SHAKTI dengan pihak laboratorium (siapa disini yang bertanggung jawab?). Perlu anda ketahui, pihak HMTI hanya sekali datang disaat pembicaraan SHAKTI versus Laboratorium. Itupun tidak maksimal, karena pembicaraan mentok karena yang datang hanya perwakilan saja bukan keseluruhan. Sedangkan disaat pembicaraan lanjutan disaat semua wakil lab sudah mendapatkan hasil pembicaraan dari masing-masing lab ternyata pihak HMTI nggak ada. Terus terang saya kecewa dengan hasil rapat kemarin, karena tidak ada follow up dari pihak HMTI. Bahkan hingga saat ini tidak ada reaksi atau malah aksi dari HMTI untuk menindaklanjuti hal ini. Bagaimanakah masa depan SHAKTI kita nanti L?

3. Laporan Keuangan HMTI
Inilah hal yang paling parah bahkan bisa dibilang sangat keterlaluan. Saya yakin sekali bahwa diantara anggota himpunan bahkan bendahara-nya pernah atau mungkin sudah lulus kuliah Akuntansi Biaya. Apakah anda sudah lupa bagaimana membuat sebuah neraca?. Saya sangat malu kepada seorang senior yang menyindir,”gimana sih HMTI, masak laporan keuangan bikinnya kayak gitu..nggak lulus AKBI ya?”. Yang lebih disayangkan lagi adalah updating laporan keuangan itu tidak berjalan. Laporan keuangan terakhir yang ada di mading buletin adalah laporan keuangan bulan september/desember (saya lupa!!). Yang pasti setelah itu, laporan keuangan HMTI tidak pernah dipublikasikan secara transparan kepada publik. Coba anda baca AD/ART HMTI, berapa kali seharusnya HMTI mem-publikasikan laporan keuangannya minimal. Lalu apa yang bisa menjelaskan kenapa laporan keuangan HMTI tidak dipublikasikan secara transparan dan dengan format yang jelas?

4. Hubungan Internal dan Eksternal HMTI
Meski saya tidak pernah memantau hubungan HMTI baik secara eksternal maupun internal secara langsung tapi saya mendapatkan beberapa informasi dari teman-teman mengenai hubungan HMTI dengan pihak eksternal maupun internal. Mungkin saya tidak apa yang dilakukan HMTI dengan pihak-pihak eksternal dan internal. Padahal tanpa adanya hubungan yang berkesinambungan maka HMTI juga akan kurang berkembang. Tidak usah jauh-jauh deh! hubungan dengan laboratorium saja nggak jalan kok. Saya tidak tahu lagi kabar IMTII, kabar dari Jurusan yang kerjasama dengan himpunan. Paling tidak silaturahmi yang telah dijalin oleh para pengurus sebelumnya tetap dijaga keberadaannya. Padahal teman-teman harus tahu membangun suatu jaringan/hubungan dengan pihak lain lebih sulit daripada sekedar memutuskannya.

5. Kontrol HMTI
Inilah yang sangat kompleks dan tak mudah dimengerti oleh semua pihak. Baik itu saya, MPM, HMTI maupun teman-teman mahasiswa. HMTI berjalan sudah ada sistem kontrolling dari MPM. Tapi kontrolling seperti apa tidak dijelaskan sejak awal. Apakah hanya sekedar rapat evaluasi? Ataukah hanya melalui LPJ saja? Nggak jelas. Padahal kalau melihat kinerja himpunan seperti saat ini, MPM harus bisa lebih tegas kepada himpunan misalnya dengan memberikan teguran dan pemberitahuan. Kontrol yang terbaik menurut saya adalah jaring dulu aspirasi dari bawah, apa keinginan mahasiswa TI pada umumnya untuk kemudian diakomodasi melalui proker-proker yang sudah dibuat. Kemudia proker tersebut dijalankan dengan baik. Kemudian MPM melakukan cross check dengan mencari hasil output dari proker apakah sudah jalan ataukah belum. Kalau belum, tanyakan kepada pihak himpunan. Efeknya yang dihasilkan adalah efek domino, sekali satu mata rantai tak berjalan maka pihak yang lain juga tidak bergerak. Saya lihat MPM kurang tegas dalam menjalankan fungsi kontrollingnya. Bahkan untuk melihat adanya pelanggaran AD/ART oleh HMTI saja, MPM tidak berbuat apa-apa?????
Lebih menyedihkannya lagi, sejak dulunya mahasiswa TI sudah sangat apatis alias cuek bebek (kwek..kwek..kwek..!!) pada HMTI. Sehingga dalam benak saya pernah terlintas sikap apatis juga,” ada nggak ada HMTI juga nggak ngaruh”. Hingga disaat HMTI melaksanakan kegiatan maka yang ikut berpartisipasi tidak bisa merangkul semua lini. Begitu juga sebaliknya, karena tidak membutuhkan keberadaan HMTI maka disaat HMTI tidak memberikan pelayanan optimal para mahasiswa juga enggan melakukan komplain. Demikian juga dengan HMTI, HMTI tidak membuka pintu aspirasi, kritik, protes dan masukan seluas-luasnya. Atau mungkin ada tapi tidak dikenal, kayak UFO aja..!!. Sungguh kompleks masalah di himpunan, hingga saya juga bingung mana sebenarnya yang harus pertama kali diperbaiki. Sebenarnya media aspirasi sudah ada seperti media IE.stttelkom.ac.id yang terdapat forum diskusi mengenai himpunan. Tapi saya yakin tidak sampai 10% anak TI yang pernah melihat forum tersebut. Padahal disanalah kami terutama para asisten memberikan masukan dan memberikan kritikan buat himpunan. Jangan-jangan anda juga tidak tahu TI punya web? Waduuuh.. L

6. IMAGE
Lini terdepan yang bisa menjadi kedekatan antara himpunan dan para mahasiswa adalah IMAGE. Dari IMAGE pula semua kegiatan dan publikasi himpunan bisa disampaikan secara langsung. Sebenarnya IMAGE juga sangat berpotensi untuk menggali kebiasaan menulis dari teman-teman mahasiswa. Menurut saya, teman-teman mahasiswa nggak terlalu memperdulikan bentuk dan model fisik dari IMAGE bahkan bagi orang-orang seperti saya ini sangat sensitif terhadap harga. Selain itu sangat diperlukan adanya kontinuitas mengenai kelangsungan IMAGE. IMAGE masih merupakan embrio yang belum apa-apa bahkan masih meraba-raba formatnya karena itu masih perlu dikaji dan diperbaiki. Karena itu muncul pertanyaan, sebenarnya IMAGE dipatok untuk apa oleh HMTI? Kenapa tidak kontinu?. Saya justru sangat salut pada buletin milik BEM yang meski hanya kertas print warna tapi cukup padat menjelaskan kinerja dan kegiatan yang dilakukan oleh BEM itu sendiri. Bukannya saya tidak menyukai musik, referensi film dan berita populer lainnya, tapi cakupan kita adalah mahasiswa dengan himpunan. Sementara mahasiswa TI sendiri masih perlu di-edukasi untuk lebih mencintai himpunannya sendiri. Fungsi edukasi tidak akan tersampaikan jika yang namanya IMAGE tidak bisa dimiliki oleh semua mahasiswa TI hanya karena alasan harga yang mahal dan mutu produksi yang buruk. Kami tidak butuh sampul tebal dan berwarna dan hiasan bermacam-macam, kami hanya butuh informasi dari HMTI sampai di tangan kami masing-masing.

Mungkin masih ada beberapa hal yang harus ditanggapi oleh kita semua mengenai himpunan. Jadi saya harap bukan hanya saya yang memberikan komentar. Kalau hanya saya beranggapan ada yang janggal di kepengurusan HMTi maka yakin sudah saya bahwa mahasiswa TI sudah terlanjur tidak percaya dan tidak peduli lagi dengan eksistensi HMTI. Mungkin di LPJ dan Kongres nanti hanya saya juga yang akan jadi peninjau, jadi saya bisa merekomendasikan HMTI dibubarkan saja...wah senangnya!! (JUST KIDDING)
Mungkin saya juga yang salah tidak melakukan koreksi sejak awal tapi apa daya pintu aspirasi yang diberikan sangat terbatas dan kurang populer. Sehingga saya sempatkan di sela-sela ujian UTS ini untuk sekedar oret-oret mengeluarkan opini saya. Jika sebuah wacana kecil ini sedikit menyinggung perasaan teman-teman pengurus HMTI mohon dimaafkan. Tapi saya rasa ini sudah kewajiban saya sebagai mahasiswa untuk mengkritisi. Dan sebaliknya HMTI juga jangan alergi dengan semua kritik tersebut. Mungkin pandangan saya dan pengurus berbeda dalam menyikapi kondisi di himpunan, dan menurut saya inilah yang harus diluruskan dan disamakan. Kita lihat saja bersama bagaimana reaksi dari HMTI. Oke !!. Saya selalu menunggu jawabannya setiap saat.
Jika anda ingin berdiskusi dengan saya, dengan senang hati akan saya akan meluangkan waktu (tapi bikin janji dulu ya..hehe J). Atau jika tidak sempat anda bisa lihat beberapa masukan saya di forum IE.stttelkom.ac.id atau lewat email mas_oel_st3@plasa.com saya akan senang sekali mendiskusikan hal tersebut.


SALAM UNITY

*penulis adalah mantan aktifis himpunan pernah menjabat sebagai koord. BPM HMTI 2003-2004 dan koord. SC SHAKTI 2004

Wednesday, April 13, 2005

bab 3

BAB III
Metode Penelitian


3.1 Model Konseptual
Berikut ini adalah gambaran menyeluruh tentang permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan tugas akhir

Gambar 3.1 Model Konseptual

Berdasarkan model konseptual ini maka dapat dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengolahan data SIG yaitu variabel langsung : yakni variabel yang secara langsung mempengaruhi keputusan yang diambil dan sifatnya sebagai dasar pengambilan keputusan, diantaranya :
· Perubahan data pelanggan lama
· Pendaftaran pelanggan baru
· Pemasangan iklan perusahaan
· Lokasi fasilitas umum

3.2 Kerangka Pemecahan Masalah
Pada bagian ini digambarkan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan yang terbagi kedalam lima tahap yaitu tahap analisa lingkungan pemakai, tahap pembelajaran, tahap perancangan, tahap implementasi dan analisa, dan tahap kesimpulan dan saran.

Gambar 3.2 Kerangka Pemecahan Masalah

3.2.1 Tahap Analisa Lingkungan Pemakai.
3.2.1.1 Studi Lapangan
Dalam kegiatan studi lapangan mempelajari aliran proses pendaftaran pelanggan baru, perubahan data pelanggan lama, proses pendaftaran perusahaan dan pengamatan kebutuhan pelanggan untuk layanan tambahan.
3.2.1.2 Struktur Masalah
Bahwa masalah yang paling signifikan adalah proses pencarian lokasi dari pelanggan memerlukan waktu yang lama, karena buku telepon yang ada tidak mampu merepresentasikan data yang ada di lapangan. Sehingga memerlukan system informasi berbasis geografis yang bisa memvisualisasikan berdasarkan location based .

3.2.1.3 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan proses untuk memudahkan dalam membuat model penyelesaian masalah yang terjadi.

3.2.1.4 Penentuan Tujuan.
Tujuan ditentukan berdasarkan perumusan masalah yang ada, dimana arah dan keluaran akan sesuai dengan yang diharapkan.

3.2.2 Tahap Pembelajaran.
3.2.2.1 Studi Literatur.
Studi literatur yang dilakukan langsung mempelajari teori mengenai Sistem Informasi Geografis, konsep data base, dan perkembangan mengenai SIG melalui artikel di internet yang berkaitan dengan masalah yang ditemukan, khususnya Sistem Informasi Geografis yang berbasis web.

3.2.2.2 Studi Perangkat Lunak.
Perangkat lunak dipilih berdasarkan spesifikasi keluaran dari pengguna. Dari sekian software SIG yang berbasis web yang ada, pada Tugas Akhir ini dipilih mapX, mapExtreme dan ASP karena kemudahan dan kehandalannya dalam pengolahan data terutama koneksi dengan client server.

3.2.3 Tahap Perancangan.
Perancangan aplikasi ini meliputi perancangan data base dan perancangan SIG buku telepon.

3.2.4 Tahap Implementasi dan Analisis.
SIG diimplementasikan pada lingkungan pemakai yang selanjutnya dianalisis apakah sudah memenuhi kebutuhan atau masih terdapat kekurangan. Apabila masih terdapat kekurangan maka dirumuskan kekurangan tersebut untuk selanjutnya dicari pemecahannya. Dalam aplikasi ini masih bersifat prototype sehingga membutuhkan banyak masukan.

Monday, April 11, 2005

BAB 2

Bab II
Landasan Teori

2.1 Sistem Informasi Geografis
2.1.1 Pengertian SIG
Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) diartikan sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memangggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya (Prof. Shunji Murai)
Penanganan dan analisis data berdasarkan lokasi geografi merupakan kunci dari sistem informasi geografi. Sistem ini sangat membantu bila data yang ditangani terlalu banyak untuk diproses secara manual. Mungkin ada ratusan atau ribuan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam suatu lokasi. Data-data ini bisa berupa peta maupun tabel data. sehingga data-data yang dimasukkan dalam SIG akan lebih mudah untuk dimanipulasi dan dianalisis. Volume data yang besar sangat tidak efisien jika ditangani secara manual. Selain itu jika menggunakan metoda manual akan lebih mahal, menghabiskan waktu lebih banyak dan tidak mungkin dilakukan secara praktis. Komponen utama GIS sendiri terdiri dari sistem komputer, data geospatial dan pengguna. Secara sederhana huubungan komponen utama GIS bisa dimodelkan seperti pada gambar 2.1.

2.1.2 Kemampuan SIG
Pada dasarnya dengan memperhatikan pengertian, definisi-definisi, berikut cara kerjanya, kemampuan SIG sudah dapat dikenali. Kemampuan ini dapat dinyatakan dengan fungis-fungsi analisis spasial dan atribut yang dilakukan, jawaban-jawaban atau solusi yang diberikan terhadap pertanyaan-pertanyaann yang berhubungan dengan what is at......? (apa yang terdapat pada lokasi tertentu), where is it.....? (lokasi apa yang mendukung untuk kondisi/fenomena tertentu), how has it changed........? (mengidentifikasi kecenderungan atau peristiwa yang terjadi), which data are related ........? (menganalisis hubungan keruangan antar objek dalam kenampakan geografis), what if.......? (komputer dan monitor dalam kondisi optimal, kecocokan lahan, resiko terhadap bencana, dll. berdasar pada model).
2.1.3 Subsistem SIG
SIG dapat diuraikan ke dalam empat subsistem sebagai berikut :
1. Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab dalam mengkonversi atau mentransformasikan format-format dan aslinya ke dalam format yang digunakan oleh SIG.
2. Data Output
Subsistem ini bertugas menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun dalam bentuk hardcopy seperti tabel, grafik, peta dan lain-lain.
3. Data Management
Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di-update dan di-edit.
4. Data Manipulation & Analysis
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodeelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

Gambar 2.2 Uraian subsistem-subsistem SIG
2.1.4 Komponen GIS
Pada dasarnya SIG terdiri dari 5 komponen kunci yaitu hardware, software, people, data dan metode yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Hardware
Keandalan suatu sistem informasi geografis akan sangat didukung jika memiliki spesifikasi hardware yang handal. Keandalan ini bisa dilihat dari kemampuan prosesor yang lebih cepat, memory yang lebih tinggi, hard disk yang lebih besar, dan VGA card yang lebih bagus dibandingkan dengan sistem informasi biasa
2. Software
Karakteristik SIG membutuhkan software yang mendukung analisa, penyimpanan dan visualisasi informasi geografis. Software sendiri terdiri dari sistem operasi, compiler dan program aplikasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut
a. Sistem operasi, mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi. WINDOWS adalah sistem operasi yang banyak digunakan.
b. Compiler, menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa komputer pada kode mesin sehingga CPU mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. Bahasa kompiler yang biasa digunakan adalah C, Pascal, FORTRAN, BASIC, dan lain-lain.
c. Program aplikasi, sudah banyak sekali vendor software yang telah mengeluarkan software-software SIG seperti ArcInfo, ArcView, MapInfo dan lain-lain
3. People
SIG memiliki tingkatan pengguna dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada pengguna yang memanfaatkan SIG untuk mempermudah pekerjaan mereka.
4. Data
Data merupakan komponen terpenting dalam SIG. Data yang dibutuhkan terdiri dari data spasial (data peta) dan data non-spasial (data peta). Dtaa spasial berintegrasi dengan data non-spasial pada setiap fiturnya. Pembangunan dan pengolahan basis data yang lebih besar maka data tabular tersebut dapat direlasikan ke sumber datalain yang berada di luar tools SIG melalui Database Management System (DBMS).
5. Metode
Diperlukan metode dan cara penerapan yang unik untuk setiap permasalahan SIG. Karenanya SIG yang baik tergantung pada aspek desain yang bagus dan aturan bisnis atau kondisi realnya.

2.2. Active Server Pages (ASP)
ASP atau Active Server Pages adalah teknologi yang memungkinkan anda untuk menciptakan web interaktif dan dinamis. ASP merupakan server-side scripting dimana proses dilakukan di server sebelum dikembalikan ke client browser berupa file HTML yang berarti juga bahwa anda memanggil file ASP melalui browser (IE, Netscape Navigator dll) mengirim permintaan/request ke server, kemudian server mengeksekusi setiap script yang ada, dan kemudian dikembalikan ke browser dalam bentuk file HTML. Dengan ASP pengolahan data konsumen dapat diambil dengan sebuah form, membuat aplikasi-aplikasi tertentu dalam sebuah web serta pengolahan database dan memanipulasinya.
ASP dimaksudkan untuk menggantikan teknologi lama yang bersifat server-side, seperti CGI (Common Gateway Interface) yang memiliki beberapa kelemahan dan berjalan di lingkungan UNIX. Ciri yang dimiliki oleh aplikasi yang memiliki ekstensi .asp. Dibandingkan dengan bahasa pemrograman dinamis yang lain ASP memiliki kelebihan dalam pembuatan aplikasi dinamis.

2.3 MapXtreme 2.5
MapXtreme adalah mapping application server untuk organisasi yang mengenali data visualisasi dan pemetaan dan dapat digunakan untuk membantu keputusan bisnis lebih optimal dan mengatur operasi dan asset agar lebih efektif. MapXtreme lebih powerful secara fungsional untuk membuat sebuah aplikasi SIG berbasis web.
2.3.1 Hardware dan Software
1. Windows NT 4.0 atau dengan speck lebih rendah pada web server machine
2. Windows NT atau windows 2000 pada development machine
3. web server (IIS)
4. internet explore atau netscape (version 4.0 or later) terinstall pada development machine
5. di logged pada server menggunakan administrator account
2.3.2 Komponen MapXtreme
MapXtreme mengkombinasikan beberapa pasangan dari software dan tools untuk menyederhanakan sebuah proses dari aplikasi map-web. Software bekerjasama dengan web server. Ada dua kelompok software utama : development tools dan server software. Tool ini mungkin berada pada satu mesin atau mungkin ditempatkan pada development machine dan server machine.
Gambar 2.3 komponen mapXtreme
2.3.2.1 Development Tools
Development Tools ditempatkan pada komputer yang akan digunakan untuk aplikasi. Development computer dapat menggunakan windows NT atau windows 98 machine. Development tools meliputi Internet Development Environment, MapXtreme sample applications, and MapXtreme code libraries.
· Internet Development Environment
Adalah salah satu development tools adalah Internet Development Environment, yang digunakan untuk menulis script dan membuat halaman HTML untuk aplikasinya. Sample applications dan code libraries adalah bagian dari development tools yang menggunakan HAHT site Scenario Workbench dan IDE menggunakan Microsoft Active Server pages (ASP).
· Sample Applications
Adalah Mapxtreme dengan satu set contoh yang memetakan aplikasi yang dapat menggunakan basis untuk Map-Enabled Web.
· Code Libraries
· Mapxtreme Code Libraries
Berisi fungsi-fungsi yang umum untuk web based mapping application. Code Libraries tersedia untuk HAHTTALK Dasar dan ASP.
2.3.2.2 Server Tools
Server Tools ditempatkan pada Web mesin server. Mesin server harus menggunakan Windows NT untuk menjalankan Mapx. Aplikasi Mapxtreme berlangsung pada mesin server dan menghasilkan suatu gambaran peta untuk kembali ke pemakai browser. komponen server meliputi MapX, MapXtreme data, HAHTsite Scenario Server (optional), remote Geocoder, Base Map Data Manager, Server Administrator, MapXstress Utility dan Geoset Manager.
2.3.3 Cara Kerja MapXtreme
Gambar 2.4 Cara Kerja mapXtreme

Script mapXtreme telah dibuat menggunakan development tools, kemudian ditempatkan pada web server melalui copy file atau HAHT site publishing. Script pada web server akan berjalan ketika web page di akses. Contohnya user menekan tombol pada web pages, ketika skrip berjalan, sebuah panggilan dibuat pada map engine. Map engine adalah general term for the objects and their methods and properties that provide access to MapX. Ketika script berinteraksi dengan map engine, maka map engine akan kembali pada sebuah image file seperti .gif atau .jpg file yang dapat ditempatkan pada HTML page dan dikembalikan kepada user browser.
Map engine design mengijinkan cara berbeda untuk mengakses MapX.



Wednesday, April 06, 2005

Bab 1

PROPOSAL TUGAS AKHIR
I. JUDUL :
Perancangan Digital Map Phone Book menggunakan Sistem Informasi Geografis berbasis web
(Studi Kasus Kotamadya Bandung)

  1. II. LATAR BELAKANG MASALAH
    Seiring dengan kebutuhan manusia untuk mendapat informasi secara cepat dan padat maka kebutuhan akan suatu sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai informasi akan sangat bermanfaat sekali. Selain untuk menghemat waktu, dengan melakukan integrasi berbagai informasi yang saling terkait akan dapat membantu dalam penelusuran berdasarkan satu referensi yang terkait.
    Seperti halnya dengan sebuah buku telepon yang berisikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan terutama disaat seseorang ingin mencari nomer pelanggan ataupun disaat ingin mencari lokasi pelanggan yang lainnya. Bahkan terkadang disaat kita membutuhkan informasi perusahaan atau layanan jasa kita sering membuka buku telepon karena juga dilengkapi dengan direktori perusahaan-perusahaan yang menawarkan jasa maupun produk. Informasi yang disediakannya pun cukup lengkap seperti alamat kantor telepon, nomer faximile, alamat website, email dan sebagainya. Akan tetapi seringkali disaat kita menggunakan fasilitas buku telepon ini, kita kesulitan untuk mengetahui posisi dari alamat yang tertera di buku telepon. Akan sangat membantu sekali jika alamat tersebut divisualisasikan dengan gambar lokasi dari alamat yang dimaksud. Sehingga dengan mengetahui lokasi alamat yang dituju akan lebih mudah untuk melakukan pelacakan terhadap alamat si pemilik nomer telepon yang dimaksud.
    Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat, teknologi komputer telah dapat memadukan antara data (non spatial) dan gambar (spatial) dalam satu tampilan secara online dan ter-update. Sistem Informasi Geografis (GIS) adalah salah satu sarana atau tools yang dapat mengolah dan menampilkan perpaduan antara kedua data tersebut. SIG mampu mengintegrasikan data nomer telepon serta data informasi lainnya dengan data berupa peta sehingga output yang dihasilkan lebih akurat. Pengolahan data yang teliti dan berkesinambungan akan sangat mudah disajikan dalam satu tampilan yang terpadu. Kemampuan SIG dalam menampilkan data geografis dan menvisualisasikan data tersebut dalam suatu peta disertai pengolahan data-data terkait, dapat menjadi solusi untuk mendapat informasi yang lebih akurat.
    Dengan adanya fasilitas Digital Phone Book memungkinkan bagi para pengguna untuk bisa mengetahui lokasi pemilik telepon pada peta yang dimaksud. Disamping itu pengguna juga bisa mencari lokasi fasilitas-fasilitas umum yang dibutuhkan. Dengan mengetahui posisi dari pelanggan yang dimaksud maka aplikasi ini bisa membantu bagi penggunanya yang ingin mengetahui lokasi dari para pelanggan juga bisa digunakan untuk mempermudah dalam mencari lokasi-lokasi fasilitas umum yang diperlukan terutama bagi para pendatang yang baru saja datang di kota Bandung.

    III. PERUMUSAN MASALAH
    Pada Tugas Akhir ini akan dirancang suatu sistem informasi geografis yang bisa mengetahui lokasi dari pemilik nomer telepon. Sehingga seperti layaknya sebuah buku telepon yang mampu menunjukkan lokasi pelanggan PSTN dalam bentuk peta digital. Adapun permasalahan dalam perancangan ini adalah:
    1. Bagaimana agar pengguna dapat mengetahui lokasi dari pelanggan telepon yang ingin dicari?
    2. Bagaimana agar para pengguna bisa lebih cepat dalam mencari lokasi fasilitas umum yang dibutuhkannya?
    3. Bagaimana untuk lebih mempercepat updating dari database buku telepon sehingga data yang tersaji adalah data yang real time?
    4. Bagaimana membuat data yang disajikan bisa diakses setiap waktu?

    IV. TUJUAN PENELITIAN
    Adapun tujuan dalam perancangan Sistem Informasi Geografis ini adalah :
    1. Menunjukkan lokasi dari lokasi pelanggan telepon yang ingin diketahui
    2. Memberikan informasi fasilitas umum yang dibutuhkan dan menunjukkan lokasi dari fasilitas umum yang dimaksudkan
    3. Membuat sistem informasi geografis yang dapat di-update dengan cepat dan akurat.
    4. Menyajikan sistem informasi geografis yang online sehingga bisa diakses oleh pengguna setiap saat.


    V. PEMBATASAN MASALAH
    Hal-hal yang akan menjadi pembatasan masalah pada topik Tugas Akhir yang penulis ambil antara lain sebagai berikut :
    · Studi kasus perancangan dan implementasi pada pelanggan salah satu operator penyedia jasa layanan Public Switch Telephone Network (PSTN) yaitu PT. Telkom area Kotamadya Bandung.
    · Layanan yang diberikan adalah pencarian lokasi pelanggan berdasar nomer telepon dan nama pelanggan, pencarian lokasi fasilitas umum serta layanan advertising bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menampilkan perusahaannya di Digital Phone Book ini.
    · Perancangan Sistem Informasi Geografis dilakukan dengan perangkat lunak MapInfo Profesional, MapXtreme, MapX.

    VI. MANFAAT PENELITIAN
    Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut
    Dapat memberikan sebuah solusi bagi pengguna untuk bisa mendapatkan layanan berbasis lokasi dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis.
    Data dari pelanggan akan dapat ditampilkan dalam bentuk peta digital yang juga disertai dengan beberapa fitur-fitur seperti yang dimiliki dalam sebuah Buku Telepon.
    Updating data bisa dilakukan secara langsung dan cepat sehingga tidak perlu menerbitkan buku telepon setiap tahunnya.
    Data ditampilkan dalam bentuk web online sehingga bisa diakses dimanapun dan kapanpun.

    VII. METODOLOGI PENELITIAN
    Melakukan studi literatur dengan mempelajari permasalahan yang berkaitan dengan Sistem Informasi Geografis khususnya terkait dengan pencarian lokasi.
    Merancang Sistem Informasi Geografis untuk mengimplementasikan fitur-fitur yang dimiliki dalam sebuah Buku Telepon menjadi sebuah Digital Phone Book.
    Pengambilan data dilakukan dengan memetakan data spasial dan mengumpulkan data non spasial dari pelanggan PSTN PT. Telkom kotamadya Bandung serta fasilitas-fasilitas umum yang terdapat di kota Bandung.

    VIII. SISTEMATIKA PENULISAN
    Pembahasan dalam penelitian ini disusun dalam sistematika sebagai berikut :
    Bab I : PENDAHULAN
    Bab ini mengemukakan latar belakang masalah, perumusan masalah yang akan dibahas, tujuan yang akan dicapai dari penelitian, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan.
    Bab II : LANDASAN TEORI
    Bab ini membahas tentang teori-teori yang diperlukan dalam penyelesaian masalah diatas dengan mengacu pada literatur yang digunakan.
    Bab III : METODOLOGI PENELITIAN
    Bab ini menguraikan langkah-langkah dalam pemecahan masalah dan metode analisis yang digunakan, keseluruhan langkah ini dibuat agar tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini dapat dicapai secara jelas dan sistematik.
    Bab IV : PENGUMPULAN & PENGOLAHAN DATA
    Bab ini memperlihatkan hasil pengumpulan data yang kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data sesuai dengan metode yang telah dibahas pada bab sebelumnya.
    Bab V : ANALISIS
    Bab ini berisi interpretasi atau pembahasan dari hasil pengolahan data dan analisis terhadap hasil yang diperoleh pada bab sebelumnya.
    Bab VI : KESIMPULAN & SARAN
    Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan pengolahan data serta analisis data yang dilakukan, yang semuanya itu diharapkan dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi kebijakan manajerial selanjutnya dan saran lebih lanjut untuk penelitian ini.