Apa kabar HMTI??
Oleh : Rofi’ul Hadi*
Oleh : Rofi’ul Hadi*
Sungguh bosan saya melihat papan FO ini hanya berisikan pengumuman dan pemberitahuan tentang ujian, kerja kelompok, undangan rapat, pindah jadwal dan masih banyak lagi. Apakah tidak ada yang lebih menarik untuk dipublikasikan? Ada, tapi mungkin belum terpikirkan oleh teman-teman semua. Karena saya hidup tak jauh-jauh dari himpunan otomatis apa yang saya sorot tentu saja mengenai himpunan. Sebenarnya sejak akhir Januari saya sudah gatal pengen memberikan opini dan tanggapan mengenai HMTI. Tapi saat itu saya dijanjikan oleh MPM akan ada Public Hearing, dan saya anggap disana saya bisa berpendapat atau paling tidak minta klarifikasi mengenai beberapa hal kepada HMTI. Hingga saat ini pun ternyata Public Hearing itu nggak jadi juga (yo wis lah..ndak pa-pa!!). Hingga saya berpikir apakah diantara mahasiswa TI hanya saya yang peduli akan eksistensi HMTI.
Suatu saat saya melakukan diskusi dengan seorang teman saat kuliah (gara-gara dosennya jago banget “ndalang”..mungkin lain kali aku undang buat maen di rumah..hehe J). Diskusinya juga nggak jauh2, ya menyimak perkembangan himpunan. Ternyata kondisi di HMTI saat ini sangat kompleks sekali. Mungkin tidak cukup saya saja yang mengulas. Karena persepsi, pandangan dan anggapan setiap orang juga berbeda tinggal dari arah mana kita mengambilnya. Kalau ada yang mau menambahkan tulisan saya ini wah saya akan senang sekali. Berarti masih ada mahasiswa TI yang mau berpikir dan meluangkan waktunya untuk ber-opini (toh ber-opini juga gak bayar..).
Oke, kita mulai saja point utama opini saya mengenai himpunan kita tercinta (hanya bagi yang merasa mencintai HMTI..selain ituàlebih baik minggat saja, mas!). Banyak sekali hal yang sangat janggal dan aneh yang saya perhatikan dari HMTI periode saat ini. Hingga saya selepas dari SHAKTI kemaren sempat berpikir, udah deh aku pensiun aja dari carut marut himpunan. Tapi melihat kondisi yang seperti ini, saya jadi prihatin, bersedih, trenyuh dan kecewa. Pada akhirnya saya berpikir, siapa lagi yang peduli pada himpunan? Saya yakin teman-teman sudah sibuk dengan kuliah-nya, praktikum-nya, tugas-nya hingga tidak sempat mengalihkan perhatian buat himpunan. Saya juga tidak bisa menyalahkan teman-teman, hukumnya peduli himpunan khan ibarat hukum fardhu kifayah (sudah ada ditunaikan sebagian maka gugur kewajiban yang lainnya). Jadi anda juga tidak salah kalau hanya sekedar jadi penonton saja (dibawa asyik aja, bro..ye nggak? J ). Kalaupun mau di-list wah bisa se-gambreng tuh hal-hal yang harus di-klarifikasi oleh pihak himpunan. Ingatan saya lemah jadi hanya yang saya ingat saja yang akan saya analisa.
1. Jumlah SDM
Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Ketua HMTI melakukan perekrutan anggota himpunan dengan jumlah yang begitu besar (coba anda cari tahu sendiri berapa jumlah anggota himpunan periode saat ini..itu jadi PR anda sekarang...hehe J) tentu dengan alasan dan pertimbangan tertentu. Tapi anehnya kalau melihat hasil kongres kemarin, tentunya Ketua bisa lebih arif dan bijak dalam menentukan strateginya dalam merekrut anggota. Salah satu point rekomendasi di kongres adalah angkatan 2004 yang lulus SHAKTI 2004 (apa kabar adek2ku semua?? hehe..) akan bisa masuk himpunan sebagai staf muda pada pertengahan periode himpunan berjalan. Lalu kenapa Ketua melakukan perekrutan awal dengan jumlah yang lebih besar padahal tahu akan ada staf muda yang masuk nantinya? Apakah dengan SDM yang besar akan selalu optimal? Anda sudah mendapatkan buktinya khan..
2. Tanggapan Beberapa Rekomendasi dan Masukan
Saya mengikuti semua proses semenjak LPJ dan Kongres HMTI kepengurusan kemarin. Saat itu saya perhatikan kami telah memasukkan beberapa point yang harus dijalankan oleh kepengurusan sekarang. Tapi entah kemana larinya semua rekomendasi tersebut. Sebenarnya anda-anda bekerja itu berdasarkan apa?. Ada dua kemungkinan, anda bekerja sesuai dengan AD/ART serta rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan LPJ dan Kongres atau anda bekerja dengan membuat alur sendiri sehingga bebas berkreasi sebebas mungkin. Karena saya tidak melihat adanya perbaikan dari kepengurusan kemarin, padahal kami dari kepengurusan sudah banyak memberikan masukan di LPJ. Contoh yang jelas : saya pernah merekomendasikan (dan disetujui) bahwa HMTI harus memberitahukan kegiatan yang akan dilakukan sebulan sebelumnya di mading FO. Kalau saya tidak salah lihat saya pernah melihatnya sekali, setelah itu tidak ada lagi. Wah, jangan-jangan memang HMTI tidak ada kegiatannya..
Begitu juga dengan usulan di LPJ SHAKTI. Saya sudah memohon kepada pihak HMTI untuk menindaklanjuti kerjasama antara SHAKTI dengan pihak laboratorium (siapa disini yang bertanggung jawab?). Perlu anda ketahui, pihak HMTI hanya sekali datang disaat pembicaraan SHAKTI versus Laboratorium. Itupun tidak maksimal, karena pembicaraan mentok karena yang datang hanya perwakilan saja bukan keseluruhan. Sedangkan disaat pembicaraan lanjutan disaat semua wakil lab sudah mendapatkan hasil pembicaraan dari masing-masing lab ternyata pihak HMTI nggak ada. Terus terang saya kecewa dengan hasil rapat kemarin, karena tidak ada follow up dari pihak HMTI. Bahkan hingga saat ini tidak ada reaksi atau malah aksi dari HMTI untuk menindaklanjuti hal ini. Bagaimanakah masa depan SHAKTI kita nanti L?
3. Laporan Keuangan HMTI
Inilah hal yang paling parah bahkan bisa dibilang sangat keterlaluan. Saya yakin sekali bahwa diantara anggota himpunan bahkan bendahara-nya pernah atau mungkin sudah lulus kuliah Akuntansi Biaya. Apakah anda sudah lupa bagaimana membuat sebuah neraca?. Saya sangat malu kepada seorang senior yang menyindir,”gimana sih HMTI, masak laporan keuangan bikinnya kayak gitu..nggak lulus AKBI ya?”. Yang lebih disayangkan lagi adalah updating laporan keuangan itu tidak berjalan. Laporan keuangan terakhir yang ada di mading buletin adalah laporan keuangan bulan september/desember (saya lupa!!). Yang pasti setelah itu, laporan keuangan HMTI tidak pernah dipublikasikan secara transparan kepada publik. Coba anda baca AD/ART HMTI, berapa kali seharusnya HMTI mem-publikasikan laporan keuangannya minimal. Lalu apa yang bisa menjelaskan kenapa laporan keuangan HMTI tidak dipublikasikan secara transparan dan dengan format yang jelas?
4. Hubungan Internal dan Eksternal HMTI
Meski saya tidak pernah memantau hubungan HMTI baik secara eksternal maupun internal secara langsung tapi saya mendapatkan beberapa informasi dari teman-teman mengenai hubungan HMTI dengan pihak eksternal maupun internal. Mungkin saya tidak apa yang dilakukan HMTI dengan pihak-pihak eksternal dan internal. Padahal tanpa adanya hubungan yang berkesinambungan maka HMTI juga akan kurang berkembang. Tidak usah jauh-jauh deh! hubungan dengan laboratorium saja nggak jalan kok. Saya tidak tahu lagi kabar IMTII, kabar dari Jurusan yang kerjasama dengan himpunan. Paling tidak silaturahmi yang telah dijalin oleh para pengurus sebelumnya tetap dijaga keberadaannya. Padahal teman-teman harus tahu membangun suatu jaringan/hubungan dengan pihak lain lebih sulit daripada sekedar memutuskannya.
5. Kontrol HMTI
Inilah yang sangat kompleks dan tak mudah dimengerti oleh semua pihak. Baik itu saya, MPM, HMTI maupun teman-teman mahasiswa. HMTI berjalan sudah ada sistem kontrolling dari MPM. Tapi kontrolling seperti apa tidak dijelaskan sejak awal. Apakah hanya sekedar rapat evaluasi? Ataukah hanya melalui LPJ saja? Nggak jelas. Padahal kalau melihat kinerja himpunan seperti saat ini, MPM harus bisa lebih tegas kepada himpunan misalnya dengan memberikan teguran dan pemberitahuan. Kontrol yang terbaik menurut saya adalah jaring dulu aspirasi dari bawah, apa keinginan mahasiswa TI pada umumnya untuk kemudian diakomodasi melalui proker-proker yang sudah dibuat. Kemudia proker tersebut dijalankan dengan baik. Kemudian MPM melakukan cross check dengan mencari hasil output dari proker apakah sudah jalan ataukah belum. Kalau belum, tanyakan kepada pihak himpunan. Efeknya yang dihasilkan adalah efek domino, sekali satu mata rantai tak berjalan maka pihak yang lain juga tidak bergerak. Saya lihat MPM kurang tegas dalam menjalankan fungsi kontrollingnya. Bahkan untuk melihat adanya pelanggaran AD/ART oleh HMTI saja, MPM tidak berbuat apa-apa?????
Lebih menyedihkannya lagi, sejak dulunya mahasiswa TI sudah sangat apatis alias cuek bebek (kwek..kwek..kwek..!!) pada HMTI. Sehingga dalam benak saya pernah terlintas sikap apatis juga,” ada nggak ada HMTI juga nggak ngaruh”. Hingga disaat HMTI melaksanakan kegiatan maka yang ikut berpartisipasi tidak bisa merangkul semua lini. Begitu juga sebaliknya, karena tidak membutuhkan keberadaan HMTI maka disaat HMTI tidak memberikan pelayanan optimal para mahasiswa juga enggan melakukan komplain. Demikian juga dengan HMTI, HMTI tidak membuka pintu aspirasi, kritik, protes dan masukan seluas-luasnya. Atau mungkin ada tapi tidak dikenal, kayak UFO aja..!!. Sungguh kompleks masalah di himpunan, hingga saya juga bingung mana sebenarnya yang harus pertama kali diperbaiki. Sebenarnya media aspirasi sudah ada seperti media IE.stttelkom.ac.id yang terdapat forum diskusi mengenai himpunan. Tapi saya yakin tidak sampai 10% anak TI yang pernah melihat forum tersebut. Padahal disanalah kami terutama para asisten memberikan masukan dan memberikan kritikan buat himpunan. Jangan-jangan anda juga tidak tahu TI punya web? Waduuuh.. L
6. IMAGE
Lini terdepan yang bisa menjadi kedekatan antara himpunan dan para mahasiswa adalah IMAGE. Dari IMAGE pula semua kegiatan dan publikasi himpunan bisa disampaikan secara langsung. Sebenarnya IMAGE juga sangat berpotensi untuk menggali kebiasaan menulis dari teman-teman mahasiswa. Menurut saya, teman-teman mahasiswa nggak terlalu memperdulikan bentuk dan model fisik dari IMAGE bahkan bagi orang-orang seperti saya ini sangat sensitif terhadap harga. Selain itu sangat diperlukan adanya kontinuitas mengenai kelangsungan IMAGE. IMAGE masih merupakan embrio yang belum apa-apa bahkan masih meraba-raba formatnya karena itu masih perlu dikaji dan diperbaiki. Karena itu muncul pertanyaan, sebenarnya IMAGE dipatok untuk apa oleh HMTI? Kenapa tidak kontinu?. Saya justru sangat salut pada buletin milik BEM yang meski hanya kertas print warna tapi cukup padat menjelaskan kinerja dan kegiatan yang dilakukan oleh BEM itu sendiri. Bukannya saya tidak menyukai musik, referensi film dan berita populer lainnya, tapi cakupan kita adalah mahasiswa dengan himpunan. Sementara mahasiswa TI sendiri masih perlu di-edukasi untuk lebih mencintai himpunannya sendiri. Fungsi edukasi tidak akan tersampaikan jika yang namanya IMAGE tidak bisa dimiliki oleh semua mahasiswa TI hanya karena alasan harga yang mahal dan mutu produksi yang buruk. Kami tidak butuh sampul tebal dan berwarna dan hiasan bermacam-macam, kami hanya butuh informasi dari HMTI sampai di tangan kami masing-masing.
Mungkin masih ada beberapa hal yang harus ditanggapi oleh kita semua mengenai himpunan. Jadi saya harap bukan hanya saya yang memberikan komentar. Kalau hanya saya beranggapan ada yang janggal di kepengurusan HMTi maka yakin sudah saya bahwa mahasiswa TI sudah terlanjur tidak percaya dan tidak peduli lagi dengan eksistensi HMTI. Mungkin di LPJ dan Kongres nanti hanya saya juga yang akan jadi peninjau, jadi saya bisa merekomendasikan HMTI dibubarkan saja...wah senangnya!! (JUST KIDDING)
Mungkin saya juga yang salah tidak melakukan koreksi sejak awal tapi apa daya pintu aspirasi yang diberikan sangat terbatas dan kurang populer. Sehingga saya sempatkan di sela-sela ujian UTS ini untuk sekedar oret-oret mengeluarkan opini saya. Jika sebuah wacana kecil ini sedikit menyinggung perasaan teman-teman pengurus HMTI mohon dimaafkan. Tapi saya rasa ini sudah kewajiban saya sebagai mahasiswa untuk mengkritisi. Dan sebaliknya HMTI juga jangan alergi dengan semua kritik tersebut. Mungkin pandangan saya dan pengurus berbeda dalam menyikapi kondisi di himpunan, dan menurut saya inilah yang harus diluruskan dan disamakan. Kita lihat saja bersama bagaimana reaksi dari HMTI. Oke !!. Saya selalu menunggu jawabannya setiap saat.
Jika anda ingin berdiskusi dengan saya, dengan senang hati akan saya akan meluangkan waktu (tapi bikin janji dulu ya..hehe J). Atau jika tidak sempat anda bisa lihat beberapa masukan saya di forum IE.stttelkom.ac.id atau lewat email mas_oel_st3@plasa.com saya akan senang sekali mendiskusikan hal tersebut.
SALAM UNITY
*penulis adalah mantan aktifis himpunan pernah menjabat sebagai koord. BPM HMTI 2003-2004 dan koord. SC SHAKTI 2004